30 May 2022, 22:48 WIB

Kolaborasi Mengelola Ekosistem Gambut di Muba


Dwi Apriani |

SEBAGAI upaya mengoptimalkan restorasi gambut di Kabupaten Musi Banyuasin, khususnya di Kecamatan Lalan, perlu adanya kolaborasi dalam restorasi dan pengelolaan ekosistem gambut yang sistematis dan terpadu.

Salah satunya dengan menghimpun partisipasi dan dukungan masyarakat serta pemangku kepentingan terkait dalam Program Pembangunan Kawasan Pedesaan dengan mengembangkan potensi lokal desa di sektor pertanian (perikanan, tanaman pangan dan hortikultura), termasuk pengembangan produk olahan Industri Rumah Tangga (IRT) yang dilakukan oleh kelompok masyarakat setempat.

Pembangunan Kawasan Perdesaan ini tentunya akan mengacu pada UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa, PP No. 11 Tahun 2021 Tentang Badan Usaha Milik Desa dan Permendesa PDTT No. 5 Tahun 2016 Tentang Pembangunan Kawasan Perdesaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba Andi Wijaya Busro mengatakan upaya peningkatan perekonomian masyarakat di daerah Gambut akan memiliki dampak positif.

"Sehingga masyarakat secara bersama-sama ikut menjaga Lahan Gambut dari bahaya kebakaran maupun upaya perusakan/perambahan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ucapnya.

Dikatakan, Provinsi Sumatra Selatan memiliki wilayah gambut dengan luasan ±1.250.000 (satu juta dua ratus lima puluh ribu) hektare yang tersebar di beberapa kabupaten/kota, salah satunya di Kabupaten Musi Banyuasin dengan luasan sekitar 366.721 hektare.

"BRGM sendiri melalui Kedeputian Bidang Edukasi dan Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan telah melaksanakan banyak kegiatan di Kabupaten Musi Banyuasin, khususnya di Kecamatan dan telah membentuk 13 Desa Peduli Gambut," jelasnya.

Adapun desa tersebut antara lain Desa Galih Sari, Karang Agung, Karang Mukti, Karang Sari, Bumi Agung, Jaya Agung, Mandala Sari, Sari Agung, Sri Gading, Suka Jadi, Agung Jaya dan Suka Makmur merupakan desa-desa yang pernah dibina oleh BRGM melalui Program Desa Mandiri Peduli Gambut dengan pendekatan 3R (rewetting, revegetation, revitalization).

"Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin sangat mendukung dan menyambut baik kolaborasi antarpemangku kepentingan agar pembangunan yang dilaksanakan sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan serta kegiatan yang berorientasi pada usaha-usaha peningkatan perekonomian masyarakat dan pelestarian lingkungan terutama di Kawasan Gambut, mengingat peran gambut dalam menjaga keseimbangan lingkungan sangat besar," terangnya.

Baca juga: Operasi Pasar di Musi Banyuasin, 5,7 Ton Minyak Goreng Ludes

Andi mengungkapkan, keseriusan Pemkab Muba dalam upaya menjaga lingkungan terlihat antara lain dengan terbitnya Perda Muba Hijau dan dana insentif Berbasis Ekologi (TAKE).

"Diharapkan desa-desa dalam kawasan Gambut berkompetisi menciptakan pengelolaan lingkungan yang baik," ucap Andi.

Selain itu, kolaborasi antara BRGM dan Pemerintah Daerah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar gambut dan fungsi-fungsi lindung gambut tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala Bappeda Muba Iskandar Syahrianto menuturkan salah satu sasaran dana insentif berbasis ekologi di Muba ini juga menyasar pengelolaan gambut oleh masyarakat sekitar lahan gambut.

"Sehingga nantinya pengelolaan gambut dapat berjalan maksimal dan masyarakat yang menerimanya tepat sasaran," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT