28 May 2022, 12:56 WIB

Baru Ditemukan 17 Penumpang KM Ladang Pertiwi yang Tenggelam


Mediaindonesia.com |

KAPAL Motor (KM) Ladang Pertiwi yang mengangkut puluhan penumpang dikabarkan mengalami kecelakaan laut di Perairan Selat Makassar pada Jumat (27/5). Kapal bertolak dari Pelabuhan Rakyat Paotere Kota Makassar menuju Pulau Kalmas, Kabupaten Kepulauan Pangkajene (Pangkep), pada Rabu (25/5). 

"Iya (kecelakaan) tenggelam," kata Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Sulsel, Djunaidi, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (28/5). Berdasarkan informasi diterima, kapal tersebut dikabarkan tenggelam pada Kamis (26/5) sekitar pukul 13.00 Wita. Tim SAR langsung bergerak untuk melakukan tindakan penyelamatan dan pencarian dan baru ditemukan pada Jumat (27/5) sekitar pukul 03.30 di posisi titik koordinat 04-51-153s, 17-36-596E. 

Sejauh ini tim Basarnas menurunkan KM SAR Kamajaya untuk melaksanakan penyelamatan pencarian terhadap korban di titik lokasi kejadian. Selain itu, pihak Syahbandar dari otoritas Pelabuhan Makassar turun tangan dengan memberangkatkan tim melakukan penyelamatan. "Informasi yang kami dapat saat ini ada 17 orang (selamat), 10 penumpang di antara mereka dibawa ke Kendari dan 7 dibawa ke Banjarmasin, karena yang didapat (ditemukan) itu tidak bisa singgah ke tujuan masing-masing," ujarnya.

Saat ditanyakan berapa orang penumpang yang ikut dalam kapal nahas tersebut, kata dia, pihak syahbandar yang mengetahui persis jumlahnya. Basarnas hanya melaksanakan tugas penyelamatan setelah menerima informasi. "Yang mengetahui datanya orang syahbandar. Kami tidak tahu jumlah penumpang dan kami hanya mencari. Kalau kami dikabari dan data yang kami dapat 43 orang, 17 sudah ditemukan," kata Djunaidi.

Untuk penyebab kecelakaan kapal tersebut, diduga akibat kehabisan bahan bakar minyak (BBM) serta cuaca buruk yang terjadi di sekitar wilayah perairan di Sulsel saat waktu kejadian. "Faktornya bisa jadi karena kebanyakan penumpang, kebanyakan barang, terus BBM-nya juga tidak cukup. Perjalanan ini mengapa juga dilepas (saat kondisi cuaca ekstrem)?" katanya. 

Djunaidi menambahkan, sebanyak tujuh penumpang diselamatkan kapal TB Sabang 25 saat menuju Banjarmasin. Dari
komunikasi melalui radio, kapal ini berhasil kontak dengan kapal TB Max yang ikut menyelamatkan sembilan orang serta kapal lain dan kapal TB Cipta satu orang. Kedua kapal ini hendak menuju Marowali lalu akan singgah ke perairan Tanakeke untuk menurunkan para korban.  

Baca juga: Kapal Muatan 2.300 Semen Tenggelam, 18 ABK dan Nakhoda Selamat

Tujuh identitas korban selamat di angkut kapal TB Sabang 25 masing-masing berjenis kelamin perempuan ialah Thoibatussibhan, 21, Rahma Tullah, 28, Husni, 40, dan Hj Bidarapi, 61. Korban jenis kelamin laki-laki ialah M Rahman, 17, Syamsir, 41, dan Moh Hidayatullah, 19. Untuk 10 korban lain, identitas mereka masih menunggu informasi dari kapal lain yang telah menurunkan mereka di tempat aman. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT