26 May 2022, 20:13 WIB

Singgung Giant Sea Wall, Pemerintah Diminta Serius Tangani Rob Semarang


Insi Nantika Jelita |

BANJIR rob yang menerjang pesisir Kota Semarang dan kabupaten lain di kawasan pantai utara Jawa Tengah pada Senin (23/5) bukan kali ini saja terjadi. Pemerintah pusat maupun daerah diminta serius menangani masalah tersebut. 

Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Yayat Supriyatna mengatakan, pemerintah bisa menyelesaikan proyek tembok penahan rob (Giant Wall Sea) di Semarang. Proyek tersebut bahkan sudah digadang sejak 2013.

Namun, ia berujar proyek itu harus benar-benar diperhitungkan secara komprehensif dengan kajian teknis yang mendalam. 

"Kalau berjalan proyek ini, berapa besar biayanya dan siapa yang membangun? Apakah dijamin pemerintah pusat atau menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi," ujar Yayat saat dihubungi wartawan, Kamis (26/5).

Ia juga menegaskan perlu ada kejelasan dari Kementerian PUPR mengenai progres proyek Giant Sea Wall di Semarang itu. 

Jika pihak swasta dilibatkan dalam bentuk KPBU (Kerjasama Pemerintah Badan Usaha) misalnya, sejauh mana mereka berperan dalam proyek itu. Menurut Yayat, permasalahan utama proyek itu ialah soal pendanaan yang besar. 

"Ini harus diklarifikasi progresnya. Kalau ditawarin ke swasta, mereka juga memikirkan dapat untung apa di sana. Semua skenario itu harus komprenhensif, tidak bisa setengah-setengah," ujar Yayat. 

Saat ini pemerintah diminta tidak hanya berfokus untuk membangun tanggul yang tinggi. Perlu ada rekonstruksi untuk meminimalisir dampak banjir rob di Semarang.

Baca juga : Anggota Fraksi Nasdem M Haerul Amri Sosialisasi 4 Pilar di Flores Timur

"Dengan rencana konkret penanggulangan banjir rob itu tidak cukup menambah tinggi tanggul atau membuat pompa saja," sebutnya 

Saat dikonfirmasi, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Adenan Rasyid mengungkapkan, progres proyek Giant Sea Wall terus berjalan.

Pembangunan jalan tol Semarang-Demak pun akan terintegrasi dengan pembuatan tembok laut itu sebagai penanggulangan banjir rob di Semarang. 

"Proyek tanggul laut yang terintegrasi dengan jalan tol sudah dilaksanakan penandatanganan kontrak oleh penyedia jasa dengan Ditjen Bina Marga PUPR," tuturnya kepada wartawan. 

Ia mengetahui bawah sumber pembiayaan proyek Giant Sea Wall di Semarang ini berasal dari loan atau pinjaman perusahaan Tiongkok. 

"Harusnya sudah mulai berjalan ya proyek itu karena sudah tandatangan kontrak," pungkasnya. 

Sementara itu, untuk penanganan banjir rob di Semarang saat ini, PUPR mengaku sudah selesai menutup salah satu tanggul yang jebol, dengan menggunakan sandbag. 

"Dan saat ini mulai melaksanakan pemompaan dan air sudah mulai surut, setelah kering maka dilaksanakan pekerjaan geobag," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT