26 May 2022, 12:31 WIB

Banjir Rob Semarang, PUPR Masih Tangani Dua Tanggul Jebol


Insi Nantika Jelita |

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono menangani tanggul yang jebol akibat menahan banjir rob di kawasan industri tanjung mas Semarang, Jawa Tengah.

Ia meninjau lokasi tersebut pada Rabu (25/5). Banjir akibat naiknya ketinggian air laut atau rob melanda di daerah sekitar pelabuhan Tanjung Emas, sejak Senin (23/5).

Saat ini, dari tiga titik tanggul yang jebol satu titik sudah selesai ditutup, yakni di Kelurahan Bandarharjo. Sementara dua titik di Kelurahan Tambak Lorok masih dalam penanganan masing-masing sepanjang 20 meter, dan 8 meter.

"Untuk parapet (dinding) 20 meter masih proses pemasangan sandbag, target selesai besok. Untuk yang 8 meter mulai dilaksanakan pemasangan sandbag dan juga target besok sudah tertutup," ujar Basuki dalam keterangan pers, Kamis (26/5).

Untuk jangka panjang, Menteri PUPR mengatakan, akan melakukan penguatan terhadap tanggul-tanggul di sekitar area yang jebol dan juga akan melakukan evaluasi terkait ketinggian tanggul-tanggul yang ada.

"Parapet yang dibangun berdasarkan data terakhir banjir rob setinggi 1,8 meter di atas muka laut, namun karena fenomena tinggi melebihi jadi 2,1 meter, sehingga melimpas hampir semua," terangnya.

Dalam tinjauan tersebut Menteri PUPR didampingi Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Semarang Kolonel Marinir Hariyono Masturi dengan menaiki perahu karet menuju tiga titik tanggul laut yang jebol.

Basuki menuturkan, penanganan darurat adalah dengan segera menutup tanggul yang jebol, kemudian genangan air dipompa hingga surut, sehingga bisa ditangani dengan semi permanen menggunakan material berupa geobag

"Sementara ini, lanjut Basuki, karena kendaraan tidak bisa masuk dari darat untuk membawa bahan material, pihaknya mengangkut melalu jalur laut

"Kita akan dibantu dengan 50 personil dari Lanal dan 50 dari Kodam, sudah harus ditutup tanggul yang jebol dan sudah surut dipompa semua," kata dia. (OL-12)

 

BERITA TERKAIT