25 May 2022, 16:38 WIB

Kasus PMK Picu Kenaikan Harga Daging di Kalsel


Denny Susanto |

MEREBAKNYA wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah daerah berimbas pada pasokan dan harga daging sapi di Provinsi Kalimantan Selatan. Harga daging sapi has dalam di Kalsel mencapai Rp157 ribu per kilogram.

"Harga daging sapi di pasaran untuk semua jenis memang terjadi kenaikan. Hal ini disebabkan gangguan suplai dari daerah sentra penghasil sapi baik di luar daerah maupun dalam daerah Kalsel," tutur Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, Rabu (25/5).

Kebutuhan daging Kalsel masih tergantung pasokan sapi dari Jawa Timur, Bali, Sulawesi, dan NTB. "Pasokan kami berkurang karena di Jawa Timur terjadi serangan hama, yaitu PMK. Distribusi sapi dalam daerah, sentra penghasil sapi, khususnya Tanah Laut juga terindikasi ada penyebaran penyakit PMK, sehingga distribusinya ke kabupaten/kota  juga sempat terhenti," ujarnya.

Kondisi itu berakibat pada pasokan daging sapi berkurang sehingga terjadi kenaikan harga. Penyebab lain yaitu ada kenaikan harga BBM nonsubsidi yang membuat biaya angkut naik dan berimbas pula pada kenaikan harga daging sapi.

Baca juga: Warga Blokade Jalan Menuju Sekolah Polisi di Labuan Panimba

Selain harga daging sapi, sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat juga mengalami kenaikan. Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kalsel, harga rata-rata kebutuhan pokok dari sejumlah pusat perdagangan tercatat mengalami kenaikan.

Kebutuhan pokok seperti sayuran, bawang, cabe, daging ayam, ikan, tepung terigu, minyak goreng, dan daging sapi mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Ayam kampung di pasaran Rp80.900 per ekor dan ayam ras Rp38 ribu. Daging sapi beku (impor) Rp97.800 per kilogram dan daging sapi berkisar antara Rp146 ribu hingga Rp157 ribu per kilogram. (OL-14)

BERITA TERKAIT