25 May 2022, 13:31 WIB

Temanggung Gencarkan Sosialisasi Kewaspadaan PMK pada Hewan


Tosiani |

PEMERINTAH Kabupaten Temanggung berupaya menggencarkan sosialisasi kewaspadaan terhadap penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak. Sasaran sosialisasi antara lain para camat, kepala KUA, perwakilan peternak, penyuluh pertanian dan peternakan di daerah itu.

Bupati Temanggung M Al Khadiq mengatakan meskipun penyakit mulut dan kuku belum masuk ke daerahnya, tetap perlu ada kewaspadaan dan antisipasi. Meskipun penyakit ini tidak menular ke manusia dan tidak menimbulkan kematian pada hewan ternak.

"Kita harus antisipasi dan waspadai sebab kita tidak tahu perkembangan penyakit ini, jadi alangkah pentingnya bagi kita bersama-sama mengendalikan dan menghindarinya," kata Al Khadiq, Rabu (25/5).

Sebelumnya, Pemda Temanggung telah melakukan pembatasan lalu lintas ternak yang masuk dan keluar ke daerah itu dari dan menuju daerah wabah. Hal itu untuk mengantisipasi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan.

"Tindakan lainnya yakni melakukan karantina (mengasingkan) hewan yang sakit ataupun hewan yang baru datang," kata Kepala DKPPP Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto.

Baca juga: Pemkab Temanggung Keluarkan Surat Edaran Waspada PMK

Upaya pencegahan penularan PMK juga dilakukan dengan menghilangkan sumber infeksi dengan pemusnahan hewan tertular dan hewan yang terpapar (stamping out). Serta menghindari kontak antara hewan/ternak tertular serta kontrol hewan liar yang dianggap mempunyai faktor risiko dalam penyebaran atau mempertahankan penyakit.

"Perlu persiapan vaksinasi terhadap seluruh ternak sehat pada daerah terancam," ungkapnya.

Ia meminta petugas kesehatan hewan agar meningkatkan dekontaminasi dengan cara disinfeksi alat dan sarana prasarana setelah pelayanan. Selanjutnya, untuk sementara waktu, Temanggung tidak membeli hewan yang berasal dari Provinsi Jawa Timur atau daerah lain yang terindikasi terdapat kasus penyakit mulut dan kuku.(OL-5)

BERITA TERKAIT