24 May 2022, 19:16 WIB

Rob Terjang Pesisir Tuban, Ratusan Rumah Tergenang


M Yakub |


SEJUMLAH kawasan pesisir di Kabupaten Tuban, Jatim, terdampak banjir rob yang terjadi dalam dua hari terakhir. Yang terparah berada di Kelurahan Karangsari yang mengakibatkan 800 rumah tergenang.

Dampak banjir ini diperkirakan bakal meningkat tajam karena sejumlah desa dan kelurahan yang tergenang belum terdata secara keseluruhan Sejumlah kawasan yang terdampak berada di Kecamatan Jenu, Tuban, dan Tambakboyo.

Kalaksa BPBD Tuban Sudarmaji, Selasa (24/5) mengatakan, beberapa desa terdampak diantaranya Desa Gadon Kecamatan Tambakboyo, Desa Sugihwaras Jenu, serta Kelurahan Karangsari dan Kingking Kecamatan Tuban. Meskipun kerusakan fatal tidak terjadi, namun ratisan rumah terendam air laut dari pukul 09.00 wib hingga petang sejak Senin (23/5).

Instansinya saat ini, kata dia, terus melakukan pendataan terkait berapa jumlah pasti rumah warga yang terdampak. Untuk penanganan sementara, pihaknya dibantu oleh warga membuat penahan pasir untuk memecah ombak.

Salah satu kelurahan yang terdampak adalah Kelurahan Karangsari. Akibat fenomena Full Flower Blood Moon ini yang menyebabkan banjir rob di pesisir pantai Kabupaten Tuban. Banjir juga mengakibatkan belasan rumah di Kelurahan Karangsari mengalami kerusakan di bagian atap akibat terhantam gelombang.

Sedangkan, untuk ratusan rumah yang tergenang berada di 9 RT. Lurah Karangsari Regu Wibowo menjelaskan, banjir rob yang terjadi Senin pagi hingga petang merupakan yang terparah sejak lebih dari lima tahun terakhir.

Banjir rob, lanjut dia, pada tiga hari sebelumnya juga sudah terjadi dan menghancurkan satu kapal milik warga, tetapi tidak lama air sudah surut. "Jumat lalu juga banjir, tapi sebentar sudah surut. Kali ini lama surutnya," katanya.

Regu mengungkapkan, hingga saat ini setidaknya 800 keluarga dari 9 RT terdampak dan terendam air rob. Beberapa rumah di pinggir pantai juga mengalami kerusakan di bagian atap akibat terkena hantaman gelombang. Hingga saat ini  banjir rob masih menggenangi rumah warga. "Warga kami masih berjaga-jaga, mudah mudahan cepat surut," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT