23 May 2022, 20:35 WIB

Seluruh Wilayah NTT Waspada Kebakaran Hutan Dan Lahan


Palce Amalo |

BMKG Stasiun El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur minta seluruh kabupaten dan kota di daerah itu mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pasalnya, rumput dan dedaunan mulai mengering akibat kemarau.

Warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan dan di  rumput yang mudah terbakar. "Alang-alang dan dedaunan yang biasanya menutupi lantai hutan dan kondisi sangat kering dan sangat mudah terbakar," kata Kepala Stasiun  BMKG El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, Senin (23/5).

Sudiono mengatakan, seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur masuk zona merah kebakaran hutan. Karena itu, BMKG mengeluarkan peringatan kebakaran  hutan agar pemerintah daerah dan masyarakat waspada.

Wilayah yang berpotensi kebakaran hutan dan lahan yakni Kabupaten Sabu Raijua, Rote Ndao, Kupang, Kota Kupang, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Tengah dan Alor.

Adapun beberapa wilayah di Ende, Manggarai Timru dan Manggarai masih zona hijau kebakaran hutan dan lahan, namun tetap diwaspadai. "Zona hijau adalah alang-alang dan dedaunan yang biasanya menutupi lantai hutan dalam keadaan basah sehingga sulit terbakar," ujarnya.

Warga juga diingatkan tidak membuka lahan dengan sistem tebas dan bakar karena berpotensi menimbulkan kebakaran besar. Jika tidak dijaga dengan baik, api merembet ke kawasan hutan. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT