23 May 2022, 17:37 WIB

Banjir Serang SDN 3 Cikahuripan, Peralatan dan Buku Pelajaran Hancur


Depi Gunawan |

KEGIATAN di SDN 3 Cikahuripan Desa Sukajaya Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terganggu gara-gara diterjang banjir. Banjir setinggi dada orang dewasa yang terjadi pada Sabtu (21/5) malam merendam ruangan kantor guru serta empat ruang kelas. 

Akibatnya, sejumlah peralatan sekolah rusak. Sebagiannya terpaksa dibuang karena sudah tidak bisa dipakai lagi.

Berdasarkan inventaris pihak sekolah, kerusakan yang ditimbulkan atas bencana tersebut di antaranya menimpa beberapa perangkat komputer, arsip atau dokumen sekolah, serta buku pelajaran siswa. Paling parah, ruang kelas 4, 5, dan 6 tidak bisa digunakan karena temboknya rawan ambruk.

Guru kelas 6 Tata Karlan Hidayat menuturkan, sebelumnya tidak menduga hujan deras bakal merusak fasilitas SDN 3 Cikahuripan. "Awalnya tidak ada tanda-tanda, tetapi begitu salat isya, tiba-tiba kami terima kabar benteng di sisi sekolah jebol," kata Tata, Senin (23/5).

Penjaga sekolah berusaha menjebol pintu ruang kantor untuk menyelamatkan dokumen penting tetapi gagal karena terdorong kuatnya deras air. "Air masuk melalui belakang ruang kantor setelah menjebol benteng sepanjang 40 meter. Semua peralatan di kantor tergenang banjir, enggak ada yang sempat diselamatkan," bebernya.

Benteng yang ambruk juga menimpa tembok ruang kelas sehingga menyebabkan retak. Untuk sementara pihak sekolah mengosongkan ruangan untuk mencegah kejadian yang tidak diharapkan.

"Kami khawatir ketika dipakai, ruang kelas tiba-tiba ambruk menimpa siswa atau guru. Ruangan kelas sangat berbahaya. Soalnya bongkahan material masih belum dibereskan," ucapnya.

Baca juga: Curah Hujan Turun, Sumsel Waspadai Karhutla

Agar tetap bisa melaksanakan ujian, dia menambahkan, para siswa kelas VI kini harus menggunakan ruang kelas lain yang dianggap lebih aman. "Kegiatan belajar tetap berjalan. Hanya untuk ruang kelas yang rusak saja tidak bisa dipakai sementara. Sedangkan siswa yang melaksanakan ujian dialihkan ke ruang kelas yang lebih aman," tuturnya.

Pascakejadian guru dibantu warga sekitar membersihkan ruang kelas yang sempat terendam banjir disertai lumpur. Sejumlah dokumen penting dan buku pelajaran siswa yang masih terpakai dijemur di halaman sekolah. (OL-14)

BERITA TERKAIT