23 May 2022, 12:18 WIB

Pelajar di Pidie Ramai-Ramai Ikut Bimbingan Pranikah


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

PELAJAR di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, ramai-ramai mengikuti Bimbingan Pranikah Remaja Usia Sekolah (BRUS). Bimbingan masalah perkawinan dan tata cara berumah tangga itu fasilitas oleh pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie.

Sepertinya para remaja itu semakin menyadari pentingnya bimbingan pranikah untuk masa depan berumah tangga. Apalagi setelah mengetahui tingginya angka perceraian di Indonesia dalam tiga tahun terahir.

Amatan Media Indonesia, Senin (23/5), sekitar 100 siswa-siswi Sekolah Menengah Keterampilan (SMK) Negeri 1 Sigli antusias mengikuti acara tersebut. Untuk lebih efektif dan kenyamanan peserta, bimbingan ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu masing-masing 50 orang.

Baca juga: Cegah Stunting Melalui Revitalisasi KUA

Agar tidak tergangu jadwal belajar BRUS itu digelar di SMK setempat. Lalu koordinasi antara pihak sekolah dan Kantor Kemenang juga lebih mudah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie Abdullah AR, kepada Media Indonesia, mengatakan program ini sangat penting untuk para remaja usia sekolah. Misalnya untuk menekan angka pernikahan dini bagi remaja di bawah umur atau mereka yang masih duduk di bangku belajar.

Apalagi sering pasangan yang belum siap fisik atau mental, berakibat buruk saat menghadapi berbagai kendala dalam berumah rangga. Akhirnya melahirkan generasi masa depan bangsa yang jauh dari nilai-nilai agama.

"Usia terlalu dini dan pengetahuan minim ditambah lagi krisis iman dan kesabaran, tentu awal dari tenggelamnya bahtera rumah tangga. Melalui bimbingan para nikah ini, ada materi Psikologi keluarga yang menjelaskan fungsi, manfaat, tujuan berumah tanngga" tutur Abdullah.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Agama Kabupaten Pidie, Hasanudin, mengatakan, hingga pertengahan Mei 2022, sekitar 400 pelajar di Pidie telah mendapat bimbingan pranikah. Mereka antara lain adalah siswa siswi MAN, SMA dan SMK.

Sesuai penelusuran Media Indonesia, angka perceraian di Indonesia dalam tiga tahu terakhir sangat tinggi yaitu mencapai 447.743 kasus pada 2021. Jumlah itu meningkat 53,50% dibandingkan 2020 yang mencapai 291.677 kasus.

Gugatan cerai itu lebih banyak diajukan istri dibandingkan dari suami, yakni 337.343 kasus atau 75,34% cerai gugat oleh istri dan telah diputuskan oleh pengadilan.

Adapun sebanyak 110.440 kasus atau 24,66% perceraian karena talak, yakni perkara yang digugat oleh suami dan telah diputuskan pengadilan.

Sedangkan provinsi teratas perceraian pada 2021 adalah Jawa Barat 98.088 kasus, Provinsi Jawa Timur 88.235 kasus dan urutan ke tiga Jawa Tengah 75.509 kasus. (OL-1)
 

BERITA TERKAIT