21 May 2022, 23:18 WIB

Kalsel Tetapkan Isu Prioritas Lingkungan Hidup


Denny Susanto | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan sejumlah isu prioritas lingkungan hidup sebagai dasar acuan pembangunan sesuai prinsip pengelolaan lingkungan hidup di wilayah tersebut. Bencana banjir dan pengelolaan sampah menjadi isu prioritas utama lingkungan hidup di Kalsel.

Kepala Bidang, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Dinas LH Provinsi Kalsel Emy Ariani mengatakan penetapan isu-isu prioritas lingkungan hidup ini menjadi bahan dalam penyusunan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD) Provinsi Kalsel 2021.

"Isu-isu prioritas adalah bagian penting dalam penyusunan dokumen IKPLHD Kalsel. Sementara IKPLHD menjadi acuan kebijakan dan perencanaan bagi Pemda dalam menentukan prioritas pembangunan sesuai prinsip pengelolaan lingkungan hidup," kata Emy.

IKPLHD juga menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup pemerintah daerah. Tercatat ada lima isu prioritas lingkungan hidup di Kalsel meliputi rendahnya kualitas air, pengelolaan persampahan, pengelolaan daerah pesisir, peningkatan luas lahan kritis dan bencana banjir.

Baca juga: Aktivitas Pendakian Gunung di Kalsel Kembali Ramai

Banjir menjadi isu prioritas tertinggi, dimana Kalsel masuk kategori daerah rawan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, angin kencang dan rob. Pada awal 2021 lalu banjir besar melanda 11 kabupaten/kota di Kalsel dengan jumlah warga terdampak hampir 700 ribu jiwa, belasan orang meninggal dunia.

Kerugian akibat bencana banjir berdasarkan data BPPT diperkirakan mencapai Rp1,43 triliun. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar mengatakan salah satu upaya antisipasi bencana ke depan adalah pembangunan waduk atau bendungan.

Bendungan yang direncanakan dibangun antara lain Bendungan Riam Kiwa Kabulaten Banjar, Bendungan Pancar Hanau di Hulu Sungai Tengah, Bendungan Kusan di Tanah Bumbu yang kesemuanya berada Pegunungan Meratus. Serta kolam Regulasi di Hulu Sungai Tengah. Keberadaan bendungan Piani di Tapin yang baru selesai dibangun dinilai terbukti mampu mengurangi debit banjir di wilayah sekitar.(OL-5)

BERITA TERKAIT