19 May 2022, 18:22 WIB

Cianjur Terus Dongkrak Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia


Benny Bastiandy |

BERBAGAI elemen di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bergerak mendongkrak akselerasi indeks pembangunan manusia (IPM) yang saat ini masih relatif cukup rendah. Pada indeks pendidikan misalnya, Yayasan Garda Nusantara Mandiri memfasilitasi warga Kabupaten Cianjur terdaftar sebagai peserta Kartu Indonesia Pintar (KIP) Perkuliahan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Ketua Yayasan Garda Nusantara, Abdulloh Bustanul Arifin, memandang perlu adanya kolaborasi dari semua pihak membantu Pemkab Cianjur mendongkrak IPM. Yayasan Garda Nusantara Mandiri, sebut Abdulloh, bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Bandung dan beberapa daerah lainnya, memfasilitasi warga yang akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi melalui KIP Perkuliahan.

"Untuk yang berbasis KIP Perkuliahan terkonsentrasi di dua prodi (program studi) yakni S1 Keperawatan dan S1 Pertanian. Mudah-mudahan dengan adanya ini akan mencetak mahasiswa yang manjur itu mandiri, maju, religius, dan berakhlak mulai. Khususnya untuk mendorong IPM pada sektor pendidikan. Kami siap mengawal Kabupaten Cianjur lebih maju," terang Abdulloh seusai kuliah umum Bupati Cianjur Herman Suherman yang diikuti para mahasiswa di Taman Pancaniti, Kamis (19/5).

Abdulloh menuturkan program KIP Perkuliahan yang difasilitasi Yayasan Garda Nusantara Mandiri sudah berjalan sejak tiga tahun terakhir. Pada 2020 terdapat 60 orang yang difasilitasi mendapatkannya. Sedangkan pada 2021 bertambah menjadi 72 orang.

"Tahun ini yang sudah mendaftar ada sebanyak 600 orang. Insya Allah semua mendapatkannya," tegas Abdulloh.

Ia mengapresiasi pemerintah yang terus menambah kuota penerima KIP Perkuliahan, terutama bagi warga Kabupaten Cianjur. Hal itu juga tak terlepas dorongan dari para wakil rakyat di DPR RI, terutama di Komisi X. "Kami berharap setiap tahun kuotanya bisa terus ditingkatkan," jelasnya.

Bupati Cianjur Herman Suherman menjelaskan upaya mendongrak IPM di Kabupaten Cianjur diimplementasikan melalui lima program andalan yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Prioritasnya yakni pembangunan infrastruktur jalan beton sepanjang 1.000 kilometer, pembangunan 1.000 kobong (pesantren), program mencetak 10 ribu UMKM, program Cianjur Caang, dan program mencetak 1.000 hektare lahan pertanian.

"Ini ujung-ujungnya akan berdampak untuk meningkatkan IPM. Perlu terus didorong agar IPM Kabupaten Cianjur bisa naik signifikan agar bisa sejajar dengan kota dan kabupaten lain di Jawa Barat," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT