17 May 2022, 10:35 WIB

Pelaku Usaha Nilai Sektor Riil di NTT Belum Digarap Serius


Gabriel Langga |

KETUA Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano menyatakan sektor riil di Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi yang luar biasa. Seperti di bidang Pertanian, peternakan, perikanan dan lain sebagainya. Namun, belum dikelola dengan maksimal sehingga NTT bakal tertinggal terus.

"Kalau NTT mau keluar dari kemiskinan itu wajib punya sektor riil minimal 50 persen.  Hanya dengan sektor riil maka NTT bisa berkembang. Padahal sektor riil di NTT ini sangat terbuka untuk kita kelola. Kalau kita tidak kelola sektor riil ini, ya kita tertinggal terus, " ujar Yakobus Jano kepada mediaindonesia.com, Selasa (17/5).

Menurut Yakobus, sektor riil di NTT potensinya sangat menjanjikan sehingga harus berpikiran bagaimana mengoptimalkan potensi itu. Pihaknya, di koperasi Pintu Air terus melakukan pemberdayaan kepada kelompok yang menjadi anggota. Dengan terus memberikan edukasi sehingga mereka harus keluar dari pola pikir tradisional.

"Petani harus punya bisnis samahalnya dengan peternak, yang ditangani secara profesional. Contohnya, selama ini kita hanya asal punya ternak, pelihara hanya dua ekor ternak, ya sudah. Ini pola pikir yang tradisional. Bukan itu sebenarnya, kalau kita ternak secara benar maka kita punya hewan ternak bisa ribuan ekor. Minimal kita yang menjadi peternak harus punya ternak yang banyak. Ini sama hal juga petani, Kita punya hasil komoditi jangan jual hanya satu plastik, petani harus jual hasil komoditi harus ton, itu baru bisa kita ubah kehidupan. Kalau masih dengan pola pikir lama, maka masyarakat NTT bakal tertinggal terus," jelas dia.

Selain itu lanjut Yakobus Jano, masyarakat NTT juga harus mengubah pola pikir terkait budaya pesta. Misalnya di Kabupaten Sikka, yang masyarakatnya masih berpegang teguh pada budaya pesta. "Kita di Kabupaten Sikka ini, ekonomi carut marut tetapi kita masih pegang teguh pada budaya pesta. Coba kalau pesta itu kita kurangi maka sangat membantu ekonomi. Kita terlalu gengsi tidak papda tempatnya. Cobalah kita gengsi untuk kembangkan sektor riil, itu kan bagus. Pola pikir yang lama kita harus ubah," tegas dia.

Ketika ditanya sektor riil apa yang saat ini dikembangkan oleh KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano menyampaikan, pihaknya hanya sebagai wadah simpan pinjam. Namun dalam perjalanan dalam evaluasi, kebanyakan anggota melakukan pinjaman untuk konsumtif bukan untuk pengembangan usaha di sektor riil.

Maka kata dia, sesuai arahan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat agar koperasi merambah ke sektor riil sehingga saat ini Koperasi Pintu Air telah mengembangkan sektor riil. Saat ini, pihaknya tengah mengembangkan sektor riil di bidang pariwisata melalui PT Pintar Asia Resort dan sektor tanaman hortikultura melalui PT Pintar Agro Forestry di atas lahan 3 hektar di Wairita.

"Saat ini koperasi kita  keluar dari pola-pola tradisional simpan pinjam dan merambah ke sektor riil. Ini sesuai arahan bapak Gubernur NTT," kata Yakobus Jano

Ia pun mengaku sektor riil yang sudah jalan saat ini adalah PT. Pintar Sumber Energi (Prestashop) ada dua, yakni yang pertama di Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka dan di Dulipali, Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur. Kemudian, PT Garam Pintar Asia, sektor riil  yang bergerak di bidang produksi garam yodium bertempat di Nangahale, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Selanjutnya, PT Pintar Asia Swalayan bergerak di bidang ritel, produksi minyak goreng dan VCO, serta sektor riil Pintar Care Rotat Indonesia yang produksi sabun cuci tangan bertempat di jalan Diponegoro, Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Masih lagi kata dia, PT Pintar Agro Forestry, bergerak di bidang pertanian tanaman hortikultura bertempat di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka dan PT Pintar Sumber Mineral bergerak di bidang air minum kemasan bertempat di Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Dan terakhir ungkap dia bahwa PT. Pintar Media Group bergerak di media massa (Ekora NTT) di Jalan Anggrek Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok Kabupaten Sikka dan PT Pintar Asia Resort untuk rekreasi di Nubat, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka yang terletak di atas lahan seluas 7 hektar dan selalu ramai dikunjungi setiap akhir pekan.

"Kedepan juga kita akan mengembangkan sektor kelautan dan perikanan serta sektor peternakan digital.  Sebagai unit usaha juga untuk menyerap tenaga kerja di Kabupaten Sikka. Sebuah koperasi anggotanya harus banyak dan modalnya harus kuat untuk membangun sektor riil sesuai potensi dan sumber daya yang ada," tutup dia. (OL-13)

Baca Juga: AP II Tangani 41.500 Ton Kargo Selama Angkutan Lebaran 2022

BERITA TERKAIT