15 May 2022, 14:25 WIB

Perisai Sebagai Agen BPJS Ketenagakerjaan Klaten Diharapkan Berperan Aktif dan Produktif


Djoko Sardjono | Nusantara


KEPALA Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten, Noviana Kartika
Setyaningtyas, mengharapkan Perisai atau Penggerak Jaminan Sosial
berperan aktif dan produktif sebagai agen BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Perisai Klaten dinilai berperan besar dalam sosialisasi
program BPJS Ketenagakerjaan. Pun mereka mampu mengakuisisi tenaga kerja baik penerima upah (PU) maupun bukan penerima upah (BPU).

"Perisai sebagai penggerak jaminan sosial ini adalah kepanjangan tangan
kami dalam sosialisasi dan akuisisi tenaga kerja di lapangan," kata
Noviana Kartika, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Klaten.

Hal itu disampaikan Ovi, panggilan akrab Noviana, di Forum Monitoring
Evaluasi Perisai dan Sosialisasi Sistem Keagenan BPJS Ketenagakerjaan di Objek Wisata Girpasang, Tegalmulyo, Kemalang.

BPJS Ketenagakerjaan memiliki 25 agen atau penggerak jaminan sosial yang tersebar di Kabupaten Klaten dan Boyolali. Mereka aktif melakukan
sosialisasi jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan sampai di perdesaan.

"Kerja keras agen tidak sia-sia. Bahkan, banyak  pekerja BPU di tingkat
RT/RW, termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)  yang
mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," ungkapnya, Minggu (15/5).

Salah satu Perisai BPJS Ketenagakerjaan, Supriyanto, dinilai yang paling produktif atau terbanyak mengakuisisi tenaga kerja baik PU maupun BPU. Pendapatan fee sebagai agen pun tercatat yang paling tinggi.

Saat dikonfirmasi Supriyanto menyebutkan sekitar 500 tenaga kerja yang didaftarkan sebagai peserta baru jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten periode Januari-April 2022.

Berdasarkan nomor pendaftaran perusahaan (NPP), peserta bervariasi. Ada
satu perusahaan yang 100 peserta, 50 peserta, dan 200 peserta. Mereka
tenaga kerja perusahaan yang beroperasi di Klaten dan Boyolali.

Senada dikemukakan Syamsul Usman, Perisai yang membuka kantor di Meger,
Ceper, Klaten. Menurut dia, untuk menjaring peserta jaminan sosial BPJS
Ketenagakerjaan dilakukan dengan pendekatan personal dan kolektif.

"Adapun hasil penjaringan tenaga kerja PU, Januari-April 2022 sekitar
120 peserta dari berbagai badan usaha. Sementara capaian tenaga kerja
BPU atau perorangan di sektor informal 250-an peserta," ungkapnya.

Untuk mencari peserta jaminan sosial baru BPJS Ketenagakerjaan, diakui
Syamsul tidak mudah karena harus diawali sosialisasi manfaat jaminan
sosial itu. Pun tidak hanya dilakukan sekali, tetapi secara intensif.

"Alhamdulillah sekarang tenaga kerja banyak yang menjadi peserta BPJS
Ketenagakerjaan. Karena, memang manfaatnya luar biasa terutama untuk
membantu keluarga bila timbul risiko apa pun," ujarnya. (N-2)

BERITA TERKAIT