13 May 2022, 17:40 WIB

Biaya Transportasi Picu Inflasi di Kota Maumere


Gabriel Langga | Nusantara

KABUPATEN Sikka, Kota Maumere menempati urutan ketiga Inflasi dari 21 Kabupaten Kota yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama pada bulan April 2022. Inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga transportasi.

Koordinator Fungsi Distribusi BPS NTT Demarce M Sabuna mengatakan berdasarkan kota penghitungan, Kota Maumere yang berada di Kabupaten Sikka menempati urutan ketiga Inflasi tertinggi dengan presentasi 0,54 persen. Kedua Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur
dengan 1,05 persen. Urutan pertama Inflasi tertinggi ditempati oleh Kota Kupang sebesar 1,46 persen

"Urutan pertama Inflasi tertinggi di Nusa Tenggara Timur terjadi di Kota Kupang sebesar 1,46 persen. Urutan kedua Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, 1,05 persen, dan urutan ketiga di Kota Maumere, Kabupaten Sikka 0,54 persen pada April 2022. Inflasi pada bulan April ini merupakan yang tertinggi selama beberapa bulan terakhir sejak Desember 2021," ujar dia, Jumat (13/5)

Berdasarkan hasil penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), jelas dia, pada bulan April 2022, Kota Maumere mengalami Inflasi sebesar 0,54 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 108,32 pada bulan Maret 2022 menjadi 108,90 pada April 2022.

Menurut dia, pemicu Inflasi bulan April 2022 di Kota Maumere adalah karena kenaikan indeks harga pada 7 dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga terbesar adalah kelompok transportasi sebesar 5,55 persen diikuti oleh kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,71 persen.

"Searah dengan kondisi bulan April 2021 dimana Kota Maumere mengalami Inflasi sebesar 0,04 persen, pada April 2022 ini Kota Maumere mengalami Inflasi yaitu sebesar 0,54 persen.," ungkap dia.

Ia pun mengaku kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar dalam pembentukan Inflasi Kota Maumere bulan April 2022 adalah kelompok transportasi dengan andil sebesar 0,49 persen. Beberapa komoditas utama yang menyumbang andil Inflasi di Kota Maumere pada April 2022 antara lain naiknya tarif angkutan udara, harga daging ayam ras,minyak goreng, telur ayam ras, ikan selar, ayam hidup, sepeda motor, sabun mandi, keripik, dan tempe.

"Kalau komoditas utama yang menghambat Inflasi antara lain turunnya harga kangkung, ikan tuna, ikan kembung, bayam, ikan tongkol, daun singkong, sawi hijau, ikan layang, sawi putih, dan cumi-cumi.," tandas dia.

Dia tambahkan, untuk Provinsi Nusa Tenggara pada April 2022 terjadi inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga kelompok transportasi sebesar 5,9 persen. Menurut dia, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi tersebut.

"Kelompok transportasi naik 5,9 persen dengan memiliki andil terbesar terhadap inflasi April yaitu 0,79 persen. Kalau keseluruhan NTT mencatat inflasi pada April 2022 sebesar 1,33 persen. Secara tahun ke tahun (April 2022 terhadap April 2021) sebesar 3,40 persen" papar dia.

Menurut dia Inflasi pada bulan April ini merupakan yang tertinggi selama beberapa bulan terakhir sejak Desember 2021.

Demarce mengaku penyumbang tertinggi inflasi di Nusa Tenggara Timur yaitu kenaikan harga kelompok transportasi sebesar 5,9 persen. Sebagai kata dia, sejalan dengan naiknya permintaan layanan transportasi pada April yang bertepatan dengan masa cuti bersama Idul Fitri 2022. Terutama dari angkutan udara dengan lonjakan penumpang pada masa liburan Idul Fitri.

Faktor lain, kata dia, mulai 1 April 2022, pemerintah memberlakukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen yang menyebabkan kenaikan harga pada mobil dan sepeda motor serta kenaikan harga bahan bakar jenis Pertamax.

"Selain transportasi, kenaikan harga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 1,19 persen dengan andil 0,41 persen serta harga kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,64 persen dengan andil terhadap inflasi 0,03 persen," pungkas dia. (OL-13)

Baca Juga: Pelaku Pariwisata di Bali Wajib Gunakan Busana Adat Setiap Kamis

BERITA TERKAIT