13 May 2022, 15:35 WIB

Wagub Jateng Ajak Insan Media Mengdepankan Tabayyun


mediaindonesia.com | Nusantara

WAKIL Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin  Maimoen, mengajak segenap insan media untuk mengedepankan tabayyun  (check and recheckl) sebelum memproduksi berita bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Halal bi Halal Humas Pemprov Jateng dan Diskominfo Jateng bersama rekan-rekan media di Hotel Santika Premiere Semarang, Kamis (12/5). 

Bahkan Taj Yasin menyebut, di dalam Al Quran sudah ada ayat yang mengajarkan untuk meneliti sebuah isu. Agar, lanjutnya, tidak menimbulkan kerugian dan musibah bagi seseorang atau masyarakat. 

"Nah pentingnya kita berhati-hati dalam hal pemberitaan dalam hal penyampaian apalagi ketika menyampaikan itu berita-berita yang tidak benar," jelas Wagub Jateng.

Agar terhindar dari hoaks, Taj Yasin juga meminta masyarakat perlu lebih menahan diri dan hati-hati dalam menyikapi setiap informasi yang diterima, dan melakukan pengecekan sebelum menyebarkannya. 

Baca juga: Gubernur Ganjar Pranowo Resmikan SLB Negeri 1 Demak

"Diajarkan Nabi Muhammad SAW, bagaimana menanggapi berita bohong. Kita harus sabar, menunggu kebenaran itu, tabayyun, tidak serta merta langsung percaya," tandasnya. 

Lebih jauh, Wagub juga meminta masyarakat lebih bijak menyaring informasi, khususnya dalam bersosial media.

Sikap bijak, menurut Taj Yasin, akan membuat masyarakat tidak mudah termakan isu yang dihembuskan untuk merugikan seseorang atau kelompok. 

"Berhati-hati ya dalam bermedia sosial karena ketika kita sudah berstatement bohong itu tidak bisa dihentikan dan ketika itu dipercayai orang itu menjadi tanggung jawab kita." 

Pada mereka yang gemar membuat pemberitaan hoaks yang penuh fitnah, Wagub mengingatkan bahwa itu adalah dosa besar. Dosa akibat fitnah akan ada apabila dipercaya orang orang lain dan terus digulirkan. 

"Siapa yang membuat kebiasaan baik, akan mendapatkan pahala ketika perbuatan tersebut diadopsi orang lain. Dan apalagi perbuatan (yang diadopsi) tidak baik, itu akan menimbulkan dosa dan terus menempel pada kita. Semoga masyarakat kita semakin dewasa untuk memahami sebuah berita," tutupnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT