12 May 2022, 22:17 WIB

Pemkab Lamongan Optimistis Turunkan Angka Stunting Di Bawah 14% Pada 2024


M Yakub | Nusantara

BUPATI Lamongan Yuhronur Efendi optimistis dapat menurunkan kasus stunting hingga di bawah 14 persen pada 2024 mendatang. Pemkab Lamongan telah membentuk 1.036 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang siap terjunkan mendampingi keluarga berencana di Lamongan.

"Saya rasa ini bukan target yang tidak bisa kita lakukan. Meskipun demikian, penurunan stunting tidak mungkin dapat dilakukan sendiri. Seluruh elemen memiliki kontribusi dalam menurunkan kasus stunting. Ini merupakan tugas kita bersama, pekerjaan besar kita bersama dalam menurunkan angka stunting," ungkap Bupati seusai Apel Siaga Tim Pendampingan Keluarga (TPK) Nusantara Bergerak yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) secara virtual di Command Center Pemkab Lamongan, Kamis (12/5).

Bupati menginstruksikan agar seluruh instansi di Kabupaten Lamongan berkontribusi dalam memberantas stunting. "Tidak hanya Dinas PPKB saja, semua elemen berkontribusi. Bahkan Dinas Pemuda dan Olahraga pun bisa berkontribusi, termasuk keterlibatan TNI, Polri, bahkan KUA dalam upaya menurunkan stunting di Lamongan. Seluruh instansi pasti ada program yang memberantas stunting,"tambahnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Fida Nuraida menambahkan pihaknya telah siap mendukung target percepatan penurunan stunting dengan membentuk 1.036 tim TPK yang siap terjun lapangan mendampingi keluarga berencana di Lamongan.

"Kami sudah membentuk tim pendamping keluarga 1036 tim TPK, dimana masing-masing tim terdiri dari kader posyandu, bidan desa dan kader KB dengan total 3.108 orang," ungkapnya.

Sebagai pendamping keluarga, lanjut  Fida, tim TPK dalam tugasnya akan melakukan serangkaian kegiatan terhadap keluarga yang memiliki ibu hamil, pascapersalinan, anak dibawah 5 tahun dan calon pengantin/calon PUS. Langkah tersebut untuk mendeteksi dini faktor stunting dan meminimalisir pengaruh faktor risiko stunting. Diharapkan dengan kerjasama seluruh serta peran masyarakat, prevalensi angka stunting di Kabupaten Lamongan semakin menurun. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT