12 May 2022, 15:25 WIB

Jumlah Guru Honorer di Kabupaten Cianjur masih Menumpuk


Benny Bastiandy | Nusantara

KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat, menaruh harapan besar kuota rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) bagi kalangan guru dialokasikan cukup banyak. Pasalnya, hingga saat ini guru berstatus honorer di Kabupaten Cianjur masih menumpuk.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Akib Ibrahim, menjelaskan sampai saat ini jumlah guru honorer di Kabupaten Cianjur lebih kurang 9.700 orang. Dari jumlah tersebut, guru yang sudah diangkat menjadi P3K lebih kurang sebanyak 1.500 orang lebih.

"Pada gelombang pertama ada sebanyak 1.250 orang honorer yang sudah diangkat menjadi P3K ditambah 279 orang lagi. Ini artinya masih banyak guru yang statusnya masih honorer. Kami tentu berharap setiap tahun rekrutmen P3K bagi guru kuotanya selalu bertambah," terang Akib ditemui seusai menghadiri kegiatan pembinaan guru P3K di Aula Disdikpora Kabupaten Cianjur, Kamis (12/5).

Akib menuturkan kebutuhan guru berstatus PNS atau P3K di Kabupaten Cianjur sekitar 16 ribu orang. Karena itu, seandainya pemerintah pusat membuka rekrutmen P3K bagi kalangan guru, Kabupaten Cjanjur mengharapkan kuotanya bisa lebih banyak.

"Kalau ada guru yang diangkat jadi P3K, kamj tentu sangat senang. Artinya, mereka (guru P3K) akan lebih fokus mengajar tanpa memikirkan beban sehari-hari di rumahnya. Sebab, P3K jtu kan tupoksinya tak jauh beda dengan PNS," sebut Akib.

Idealnya, sebut Akib, semua guru di tingkat SD dan SMP di Kabupaten Cianjur sudah bisa berstatus sebagai P3K ataupun PNS. Kondisi itu diyakini akan makin meningkatkan indeks pendidikan yang menjadi bagian dari akselerasi indeks pembangunan manusia (IPM).

"Tapi kami juga mengingatkan kepada guru P3K, terutama yang baru diangkat, tidak euforia dengan status mereka. Harus ingat dengan tupoksi karena hak dan kewajiban mereka sudah penuh. Jangan sampai sudah berstatus P3K, tapi kualitas pengajarannya tak berubah," tegas Akib.

Akib berharap para guru P3K bisa ikut berkontribusi mencetak generasi berkualitas. Terlebih dengan paradigma pendidikan saat ini yakni Merdeka Belajar.

"Dengan konsep itu (Merdeka Belajar), para guru P3K harus terus diberikan pencerahan bagimana mereka harus bisa melahirkan pelajar berkualitas," tuturnya.

Akib juga mengingatkan kepada para guru P3K dengan status mereka yang penilainnya dilakukan berbasis kinerja. Jika kinerjanya dinilai tidak maksimal, kata Akib, bisa saja perjanjian kerja tidak ada diperpanjang.

"Supaya penilaiannya positif, tentu harus menjadi guru yang baik nanti kontraknya berlanjut," pungkas Akib. (OL-13)

baca juga: Djohar Arifin Pertanyakan Keseriusan Rekrutmen Guru Honorer di ...

 

BERITA TERKAIT