10 May 2022, 21:20 WIB

Emerhub Siap Dorong Geliat Bisnis Wisata di Bali


mediaindonesia.com | Nusantara

Pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia, membawa begitu banyak dampak terhadap berbagai sektor, termasuk pariwisata. Bali menjadi salah satu kawasan wisata yang terdampak kondisi tersebut. Perekonomian Bali mengalami kontraksi karena sektor pariwisata yang diandalkan terkena imbas pandemi.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang tahun 2020 hanya ada 1,1 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung. Dua tahun berlalu, kini kondisi mulai membaik. Hal itu tak lepas dari upaya pemerintah yang menggalakkan kampanye vaksinasi.  Selain itu, pemerintah juga telah mengizinkan pengunjung/ wisatawan asing dari negara manapun. Bali juga kembali membuka penerbangan internasional pada Februari 2022.

Peningkatan produksi dan kegiatan investasi tentunya akan diperlukan untuk memenuhi pemulihan konsumsi swasta dan permintaan domestik. Pada 2022, pertumbuhan ekonomi diperkirakan kembali ke level sebelum pandemi, yakni 5%.

Emerhub Indonesia (Emerhub), perusahaan jasa sumber daya manusia melihat hal ini sebagai peluang untuk membantu klien mereka dalam membangun, menumbuhkan, dan memperluas peluang usaha bagi investor di Bali.

Pada Selasa (10/5), mereka pun membuka kantor cabang baru di Sunset Road, Bali. Cabang pertama yang berlokasi di Sanur, melayani klien dari Denpasar hingga bagian timur Bali, sementara cabang kedua ini melayani klien dari beberapa area, yakni Nusa Dua hingga Canggu dan wilayah Bali di bagian selatan lainnya.

"Emerhub berkomitmen untuk memberikan layanan konsultasi dan dukungan profesional, sehingga investor asing dan pemilik bisnis dapat fokus pada bisnis kreatif dan manajemen," jelas Branch Manager Emerhub Bali, Rakesh Kapoor, dalam keterangan resminya.

Sejak 2011, Emerhub telah membantu lebih dari 5.000 perusahaan asing dan klien, dengan konsultasi bisnis dan dukungan di berbagai industri selama lebih dari 10 tahun di Asia Tenggara.

CEO Emerhub Indonesia, Onnie Khristanto mengatakan, sangat penting memiliki mitra bisnis yang andal dan dapat memahami hukum serta legalitas guna mewujudkan bisnis di Indonesia.

Apabila kasus Covid-19 tetap terkendali,  upaya pemulihan dapat lebih cepat terjadi. Sebab, sektor swasta diprediksi kembali pulih seiring dengan meningkatnya kepercayaan konsumen dan investor.

Peningkatan produksi dan kegiatan investasi akan diperlukan untuk memenuhi pemulihan konsumsi swasta dan permintaan domestik. (RO/M-4)

 

BERITA TERKAIT