11 May 2022, 13:05 WIB

Masyarakat Adat Diajak Ikut Merawat Komitmen Kebangsaan dan Menjaga NKRI


Mediaindonesia.com | Nusantara

SEBAGAI negara yang memiliki banyak suku, Indonesia  sangat rawan dengan perpecahan. Karena itu sangat penting bagi semua komponen anak bangsa untuk terus merawat persatuan dan kesatuan negara.

Untuk itu  Kepala Staf Kepresidenan RI,  Moeldoko mengajak Masyarakat Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) ikut mewaspadai isu intoleransi dan radikalisme. Komitmen kebangsaan Moeldoko dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut mendapat apresiasi dari Aliansi Mahasiswa Milenial Indonesia (AMMI).

"Saya mengapresiasi Pak Moeldoko yang dengan tegas terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keutuhan NKRI dari rongrongan intoleransi dan radikalisme. Komitmen Pak Moeldoko tersebut dapat menggugah generasi muda untuk mau bersatu padu menjaga Indonesia," ujar Sekjen AMMI Arip Nurahman dalam keterangannya, Rabu (11/5).

Arip juga mengajak semua pihak terutama milenial untuk aktif dalam upaya menjaga Indonesia dari gangguan kelompok radikal yang mengganggu keutuhan Pancasila dan NKRI. Menurutnya, apabila tidak segera diantisipasi maka akan dapat mengancam keutuhan bangsa.

"Bersyukur kita memiliki Kepala Staf Kepresidenan yang tetap memiliki keteguhan hati kepada tegaknya Pancasila dan NKRI. Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk bisa bekerjasama menjaga Indonesia tetap berdaulat dan aman dari ancaman paham intoleransi dan radikalisme," tegas Arip.

Sebelumnya, Moeldoko mengajak MAKN ikut mewaspadai isu intoleransi dan radikalisme. Menurutnya, masyarakat adat kerajaan nusantara memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa yang bisa menjadi modal besar untuk menangkal ajaran atau paham radikal.

"Kita semua harus ikut terlibat dalam menjaga ini (NKRI). Karena kemampuan pengetahuan saja tidak ada artinya jika semua sudah terjadi. Seperti yang terjadi di Timur Tengah," kata Moeldoko saat menerima kedatangan pengurus MAKN di gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (10/5).

"Setidaknya kita semua bisa membangun kewaspadaan, kepedulian terhadap masyarakat. Karena ancaman itu (intoleransi dan radikalisme) memang ada," tegasnya.

Panglima TNI 2013-2015 itu juga optimistis, MAKN mampu menjadi wadah untuk membangun karakter dan budaya bangsa Indonesia.  "Local wisdom masih menjadi arah untuk membangun karakter yang kuat.”

Ketua Umum MAKN Yang Mulia (YM) Dr Eddy Wirabhumi SH menyampaikan, masyarakat adat kerajaan Nusantara komitmen menjunjung kebhinekaan sebagai upaya menjaga NKRI.

"Kami (MAKN) sangat komitmen soal keutuhan NKRI. Kami juga tidak akan ikut pada politik praktis, tapi ikut pada politik pemerintahan," terang bangsawan dari Keraton Kasunan Surakarta tersebut. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT