09 May 2022, 21:10 WIB

Jabar Quick Response Terjunkan Anggota dan Peralatan pada Pencarian Korban Hanyut di Sumedang


Bayu Anggoro |


SEBANYAK 21 anggota Jabar Quick Response (JQR) terlibat dalam
pencarian warga yang terseret sungai di di Desa Citengah, Kecamatan
Sumedang Selatan, Kabupaten Bandung. Misi kemanusiaan ini dalam kegiatan SAR bersama TNI, Polri, Basarnas dan relawan lainnya untuk melakukan pencarian korban hanyut akibat terseret arus sungai berinisial ADR, 13.

Kordinator Kanal Kebencanaan JQR Syehabudin mengatakan, 21 anggota JQR
terjun mencari dan mengevakuasi korban hanyut. Para anggota tersebut telah memiliki sertifikasi SAR dari Basarnas terutama spesialisasi water rescue.

"Sejak Kamis malam, 5 Mei, hingga penutupan operasi SAR, kami
menerjunkan anggota lengkap dengan peralatan," katanya, Senin (9/5).

Syehabudin menyebutkan, pihaknya membawa peralatan berupa perahu rafting serta perahu kayak. Untuk memaksimalkan pencarian, ke titik lokasi ada tambahan bantuan berupa 2 unit river boat, kayak dan pelampung.

Tim SAR Jabar Quick Response dan relawan lain melakukan pencarian dibagi dalam beberapa tim. Untuk SRU  Sentig ke hulu wilayah Saribumi, SRU 2 dari Sentig ke hilir wilayah Ciganeas, SRU 3 pengarungan dari Saribumi ke Sentig dengan peralatan 2  river boat dan 1 inplatible.


Sementara SRU 4 pengarungan Sentig ke Ganeas dilengkapi dengan 2 river dan 1 kayak, SRU 5 SO dengan safety officer, dan SRU 6 pemantauan ke Bendungan Rengrang.
 
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Supriono mengatakan,
pencarian korban resmi dihentikan di hari ke-4 setelah korban ditemukan meninggal dunia di wilayah Kabupaten Indramayu atau 82 kilometer dari titik lokasi hilang.

Supriono menerangkan, pihaknya menerima informasi dari potensi SAR
Indramayu soal penemuan jenazah yang memiliki ciri korban hanyut di Kabupaten Sumedang.

"Setelah dievakuasi ke RSUD Bhayangkara Indramayu, pada pukul 02.05 WIB
pihak keluarga memastikan bahwa jenazah yang ditemukan benar anaknya,
pukul 08.00 kami umumkan sekaligus penutupan operasi pencarian korban," tandasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT