09 May 2022, 23:16 WIB

Lebaran Topat, Masyarakat Padati Tempat Wisata di Lombok


Yusuf Riaman |

SEJUMLAH lokasi wisata di Lombok Barat, khususnya wilayah pantai, dipadati ribuan orang yang merayakan Lebaran Topat, Senin (9/5).

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat H. M. Fajar Taufik mengatakan saat ini pemerintah memberikan kelonggaran dengan tidak menutup tempat wisata sehingga masyarakat bisa berlebaran topat. Termasuk di destinasi-destinasi wisata baru seperti desa wisata dan destinasi wisata buatan lainnya.

"Silakan berlebaran dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kami juga sudah mengimbau pengelola tempat wisata dan pemerintah desa untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung," kata Taufik.

Lebaran Topat sudah menjadi tradisi turun temurun bagi muslim Sasak. Tradisi ini merupakan wujud syukur bagi masyarakat yang melaksanakan puasa sunnah enam hari pasca-Idulfitri. Tidak sedikit warga yang memanfaatkan momen ini untuk merayakannya bersama keluarga sekaligus berwisata.

Di kawasan wisata Sekotong misalnya, sejumlah destinasi wisata di kawasan ini ramai pengunjung. Mulai dari Mangrove Bageq Kembar sampai Pantai Pao-Pao Sekotong Barat. Destinasi andalan kawasan Senggigi dipenuhi masyarakat dari pagi hingga sore.

"Senang sekali bisa keluar bersama keluarga seperti sekarang ini. Kalau kemarin-kemarin kan gak berani keluar, sekolah juga libur jadi bosen di rumah. Semoga bisa tetap aman kayak gini, bisa pergi liburan ke mana-mana," ungkap pengunjung objek wisata Pantai Kerandangan Senggigi, Desta dan Ernia.

Baca juga: Lebaran Topat Lokasi Wisata Lombok Barat Sepi

Momen Lebaran Idulfitri dan Lebaran Topat menjadi berkah bagi para pedagang dan pelaku usaha di kawasan wisata. Pak Amat salah seorang Boatman di Pelabuhan Tembowong Sekotong mengaku selama libur lebaran ini ia bisa mengantar cukup banyak tamu menyebrang ke gili-gili di Sekotong.

"Sehari bisa 5 sampai 9 kali mengantar tamu. Satu rombongan biasanya jumlahnya 10 sampai 15 orang itu kita kasi tarif sekitar Rp400 ribu," ujarnya.

Senada dengan Pak Amat, Zaenal Abidin seorang pedagang rujak keliling di pantai Kerandangan juga mengaku sangat bersyukur dengan pelonggaran saat ini.

"Syukurlah peningkatan jauh dari sebelum-sebelumnya. Pas pandemi dari modal Rp200 ribu malah pulang-pulang bawa hasil Rp100 ribu. Awal-awal pandemi kemarin sempat libur jualan lima bulanan, kalau sudah tidak ada larangan seperti sekarang kan Alhamdulillah. Kalau hari libur seperti sekarang bisa untung paling tidak satu juta," ungkap pedagang asal Labuapi ini.

Para pedagang ini berharap tidak ada pembatasan lagi, agar mereka bisa lancar berjualan sehingga bisa menafkahi keluarga.(OL-5)

BERITA TERKAIT