08 May 2022, 10:35 WIB

Kapal Muatan 2.300 Semen Tenggelam, 18 ABK dan Nakhoda Selamat


Ikra Hardiansyah |

KAPAL Motor bernama Permata Asia GT 1381, bermuatan 2.300 ton semen tenggelam di perairan sekitar pegunungan SangiangApi, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, Sabtu (7/5). Beruntung 18 anak buah kapal (ABK) terdiri dari nakhoda serta ABK selamat.

Kapolres Bima, AKBP Henry Novika Chandra S Ik, menyebutkan, kapal bermutan semen tersebut tenggelam dan seluruh ABK serta Nahkoda diselamatkan tim dari TNI-Polri ke Pelabuhan Laut Sape. Para penumpang kapal dengan tujuan Waikelo Nusa Tenggara Timur tersebut, dievakuasi ke Pos Pengamanan Pelabuhan Sape untuk kemudian di lakukan pemeriksaan kesehatan serta kelengkapan dokumen dan lainnya.

"Menurut keterangan Kapten dan ABK-nya, kapal tenggelam di perairan sebelah utara pulau Sangiang – Wera sejak Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 Wita. Karena mengalami kebocoran di kamar mesin," ujar Kapolres Bima Hensri kepada wartawan Minggu (8/5).

Dari keterangan ABK, jelas AKBP Henry, begitu mengetahui kapal mengalami kebocoran di dalam kamar mesin, kapten dan para ABK sempat melakukan pemompaan manual. Hanya saja lanjut Henry, tidak berhasil diselamatkan hingga sampai pagi hari lantaran debit air yang semakin meninggi.

Kapten kapal pun akhirnya mengarahkan agar Kapal menuju sebelah utara pulau Sangiang dengan jarak 3 Mil (NM). "Namun mesin kapal tersebut mati dengan sendirinya, setelah mesin mati perlahan tapi pasti kapal mulai tenggelam pada pukul 08.30 Wita sampai dengan 10.30 Wita,” terangnya.

Kemudian pada pukul 10.30 Wita, lanjut AKBP Henry, kapten kapal memanggil SOS dan didengar Tim gabungan. Tim langsung merapat sekitar pukul 11.00 Wita dan kru kapal akhirnya dapat dievakuasi dengan selamat ke Pelabuhan Sape.

Sekedar informasi, peristiwa kapal tenggelam hingga memakan korban, kerap terjadi di sekitar perairan Sangiang atau sekitar gunung api Sangiang, yang ada di Kecamatan Wera Bima NTB ini. Bahkan nyaris saban tahunnya. Lantaran memiliki gelombang yang cukup ganas dan sangat berbahaya di banding perairan sekitar NTB hingga NTT. (OL-13)            

Baca Juga: Hantu Pocong dan Valak di Bandung Nikmati Berkah Libur Lebaran 2022

BERITA TERKAIT