08 May 2022, 00:40 WIB

Kasus Demam Berdarah Dan Chikungunya Di Denpasar Meningkat


Arnoldus Dhae |

PERALIHAN musim hujan ke musim panas membuat kasus demam berdarah (DB) dan chikungunya di Kota Denpasar, Bali, meningkat. Saat ini Pemkot Denpasar melakukan antisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) dan chikungunya. Hal ini dilakukan dengan menggencarkan fogging di wilayah desa dan kelurahan di seluruh Kota Denpasar.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Tri Indarti mengatakan, sejak Januari 2022 hingga awal Mei 2022 ini, kasus DBD di Denpasar mencapai 465 kasus. Adapun rinciannya yakni Januari 2022 terdapat 137 kasus, Februari 2022 sebanyak 73 kasus. Maret 2022 terjadi sebanyak 108 kasus, sedangkan Apri hingga awal Mei terjadi sebanyak 147 kasus. Sedangkan, untuk kasus chikungunya dari Januari 2022 sebanyak 282 kasus.

Terkait hal tersebut, Tri Indarti mengajak masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk di Denpasar. "Agar kasusnya tidak semakin meningkat, pemberantasan sarang nyamuk atau PSN memang harus membudaya di dalam kehidupan rumah tangga, jangan ada air tergenang," katanya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan upaya fogging  focus dengan menyasar desa/kelurahan. "Namun, ini harus didukung masyarakat, karena kalau hanya mengandalkan pemerintah, tidak akan efektif. Makanya PSN dengan 3M plus itu penting," katanya.

Pelaksanaan fogging ini dengan arahan Walikota Denpasar yang berupaya untuk berpartisipasi dalam pencegahan DBD maupun chikungunya. Sejatinya, fogging tidak bisa mengatasi permasalahan demam berdarah dengan tuntas, tapi masyarakat terlanjur merasa aman jika sudah dilakukan fogging.

"Dengan usaha yang kami lakukan ini, kami harap perkembangan nyamuk demam berdarah bisa diminimalisir dan masyarakat bisa hidup sehat serta terhindar dari penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini," harapnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT