29 April 2022, 21:02 WIB

Longsor Tambang Emas Ilegal di Madina, 12 Ibu Rumah Tangga Tewas


Yoseph Pencawan |

KEPOLISIAN Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menyatakan peristiwa tanah longsor di tambang emas ilegal di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (28/4) sore telah menewaskan 12 orang. Seluruh korban adalah perempuan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Desa Bandar Limabung, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). "Kejadian ini mengakibatkan 12 orang korban meninggal dunia," ungkapnya, Jumat (29/4).

Para korban adalah penambang tradisional dari kalangan ibu rumah tangga. Longsoran tanah menimbun 14 orang penambang. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara 12 orang lainnya tertimbun di tambang yang berkontur tanah bebatuan dan lumpur tersebut.

Korban tewas adalah Nelli Sipahutar, 55, warga Desa Simpang Bajole. Kana (40, warga Desa Simoang Bajole), Nurhayati (49, warga Desa Simpang Bajole), Lesma Suriani Rambe (36, warga Desa Bandar Limabung), Nurlina Hasibuan (38, warga Desa Bandar Limabung), Irma Pane (39, warga Desa Bandar Limabung), Sarifah Nasution (51, warga Desa Bandar Limabung), Amna Pulungan (36, warga Desa Bandar Limabung), Nur Ainun Pane (42, warga Desa Bandar Limabung), Nur Jaya Sari Pulungan (35, warga Desa Bandar Limabung), Nur Afni Lubis (37, warga Desa Bandar Limabung), dan Nurlina Butar-butar (45, warga Desa Bandar Limabung).

Sedangkan korban selamat adalah orang Nirwansyah Lubis, 26, warga  Desa Bandar Limabung, dan Sapridah Lubis, 56, warga Desa Bandar Limabung.

Menurut Hadi, seluruh korban tewas sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka masing-masing.  Adapun tambang emas ilegal tersebut berada di atas lahan milik Zupri Panjaitan, 49, warga Desa Bandar Limabung, Kecamatan Linggabayu, Madina.

Zupri sudah dimintai keterangan di Polsek Linggabayu bersama sejumlah saksi lain. Hadi juga memastikan saat ini tidak ada aktivitas penambangan di lokasi. Namun aat-alat tradisional yang digunakan masih berada di sana.

Di sisi lain, Nirwansyah Lubis mengatakan, Kamis (28/4), sekitar pukul 15.00 WIB, ia bersama beberapa orang penambang lain berangkat ke lokasi. Warga Desa Bandar Limabung itu ke lokasi tambang untuk meleles (mencari butiran emas) dengan menggunakan alat tradisional.

Sekira pukul 15.30 WIB Nirwan dan beberapa penambang tersebut sampai di lokasi tambang. Mereka kemudian memasuki lobung (lubang pendompengan) dan meleles dengan cara mendulang. Tidak berapa lama kemudian mendadak terjadi longsor pada bagian tebing lobung dan menimbun seluruh orang yang berada di dalam. Nirwansyah merupakan satu dari dua korban yang selamat dari kejadian itu. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT