28 April 2022, 11:44 WIB

Harga Daging Sapi Stabil, Sementara Daging Ayam Merangkak  Naik Jelang Lebaran


Apul Iskandar |

HARGA daging ayam potong di pusat pasar tradisional Pasar Horas, Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara terus merangkak naik perlahan-lahan. Sementara harga daging sapi masih tetap stabil menjelang sepekan Idul Fitri 1443 H. 

Pemantauan di lokasi, untuk harga daging ayam potong mencapai Rp37 ribu per kilogram sementara untuk daging sapi masih stabil sejak satu bulan yang lalu mencapai Rp130 ribu per kilogram. 

"Untuk harga daging ayam potong sekarang sudah Rp37 ribu per kilogram, padahal semalam atau kemarin masih Rp32 ribu per kilogram. Hampir tiap hari merangkak naik terus sebesar Rp2.000 per kilogram. Pada puncaknya di hari lebaran biasanya bisa tembus di harga Rp45 ribu per kilogram. Rata-rata setiap harinya kami menjual ayam potong sebanyak 500 kilogram," kata Jon kepada Media Indonesia, pedagang ayam potong di Gedung IV Lantai I Pasar Horas Kota Pematangsiantar, Rabu (27/4).

Masih di tempat yang sama namun beda gedung di Lantai II Pasar Horas, seorang pedagang daging sapi, Owi menyampaikan hal yang sama dengan menjual daging Rp130 ribu per kilogram. "Kami hanya menjual daging sapi tetapi masih dengan harga normal dan stabil, Rp130 ribu per kilogram. Kami jual daging sapi saja," kata Owi. 

Sementara Ibu Sitorus, pedagang sayur mayur dan sejenisnya mengungkapkan meski Lebaran sepekan lagi, diakuinya para pembeli masih terasa sepi.  "Sepi yang beli bang. Mungkin karena ekonomi orang belum pulih dikarenakan situasi pandemi. Tahun lalu sebelum korona ramaikan. Kalau mau hari raya kadang tak terlayani  karena ramai, bahkan enggak sempat makan. Sekarang sepi lihatlah sampai tidak ada orang. Tapi kita lihatlah seminggu lagi," ucapnya. 

Untuk harga sayur mayur dan sejenisnya untuk kebutuhan memasak di dapur, Ibu Sitorus membeberkan rata-rata mengalami kenaikan sedikit meskipun ada beberapa barang dagangannya yang melonjak harganya. "Harga cabe merah makin naik terus, kemarin masih di harga Rp22 ribu per kilogram dan sekarang sudah naik Rp24 ribu per kilogram. Untuk cabe rawit juga mengalami kenaikan sebesar Rp4.000 menjadi Rp24 ribu per kilogram. Untuk tomat hanya sedikit naiknya hanya Rp1.000, kami jual Rp13 ribu per kilogram," beber Ibu Sitorus. 

Diakuinya ada beberapa barang dagangannya yang melonjak naik seperti bawang merah, andaliman, asam jungga, dan jeruk nipis. Ini, menurut dia, karena adanya kelangkaan. "Asam nipis naik Rp20 ribu sekilo, dahulu hanya Rp12 ribu per kilogram. Demikian juga dengan bawang merah, sebelumnya masih Rp25 ribu per kilogram sekarang sudah sampai Rp32 ribu per kilogram. Untuk asam jungga dan jeruk nipis agak langka barangnya. Biasanya kami dapat dari daerah Tanah Jawa Simalungun," katanya. 

Di tempat terpisah, Direktur utama Perusahaan Daerah Pasar Horas Toga Sihite saat diminta keterangannya terkait adanya perbedaan harga pantauan yang dilakukan dengan update Harga Pangan Komoditas Utama di Kota Pematangsiantar tertanggal 27 April 2022 hari ini yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar PD Pasar Horas Jaya, dia mengakui ada sedikit perbedaan harga. 

"Ya pasti bang, tetapi tidak jauh beda, karena kami juga dengan Bank Indonesia dan Disperindag saat pemaparan harga kadang bisa selisih atau berbeda Rp2.000 sampai Rp3.000," katanya. 

Selain itu, Toga mengakui adanya peningkatan kunjungan para pembeli ke Pusat Pasar Horas Kota Pematangsiantar menjelang Lebaran.  "Sekarang lagi ramai, khususnya yang akan membeli makanan dan bumbu, kemudian pakaian juga sudah mulai meningkat pembelinya. Kalau persentase dari yang ada naik 25%," imbuhnya. (AP/OL-10)

BERITA TERKAIT