27 April 2022, 22:48 WIB

Pemkab Pesisir Selatan Targetkan Wisatawan Hingga 500 Ribu Orang


Yose Hendra |

PEMERINTAH Kabupaten Pesisir Selatan menargetkan kunjungan wisata ke daerah itu selama musim libur lebaran mencapai 400-500 ribu wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Suhendri Zainal menyampaikan target tersebut seiring kebijakan pemerintah pusat yang tidak membatasi lalu lintas manusia pada lebaran tahun ini, sehingga animo masyarakat untuk melakukan kunjungan wisata menjadi tinggi.

"Nah, momen ini yang kita jadikan sebagai ajang menggaet para wisatawan sekaligus memasarkan destinasi di Pesisir Selatan," ungkapnya, Rabu (27/4).

Ia menjelaskan, berdasarkan prediksi dari berbagai pihak jumlah perantau Minang yang bakal melakukan perjalanan mudik ke seluruh Sumatra Barat selama musim libur lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 1,8 juta orang.

Selain Bukittinggi, Payakumbuh dan Limapuluh Kota diprediksi sebagai daerah dengan tingkat kunjungan yang tinggi. Apalagi keindahan alam daerah berjuluk 'Negeri Sejuta Pesona' itu kian membumi dan termasuk salah satu destinasi tujuan. Beberapa di antaranya adalah Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan, Pantai Carocok Painan Kecamatan IV Jurai, Air Terjun Bayang Sani Kecamatan Bayang dan Jembatan Akar di Kecamatan Bayang Utara.

"Karena itu, kami kini terus membenahi destinasi agar wisatawan menjadi nyaman untuk berlama-lama di Pesisir Selatan," tuturnya.

Baca juga: Polres Pesisir Selatan Terus Genjot Vaksinasi untuk Capai 100 Persen

Selain pembenahan destinasi, pemerintah kabupaten juga menyiapkan tim terpadu yang terdiri dari TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja sebagai pengamanan bagi pengunjung di kawasan wisata.

Pemerintah kabupaten dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menargetkan tingkat kunjungan wisatawan selama lima tahun terakhir mencapai 3,7 juta wisatawan, baik asing maupun mancanegara. Tak hanya itu bahkan untuk jangka panjang menargetkan sektor pariwisata sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi menggantikan sektor primer kini masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Menurutnya, pemerintah sangat menyadari sektor primer seperti pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan secara perlahan bakal mencapai titik puncaknya dan selanjutnya mengalami penurunan.

"Karena itu pemerintah kabupaten sangat serius dengan sektor pariwisata," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT