27 April 2022, 14:43 WIB

Awasi BBM, Anggota Polda Babel Dipukul Sembilan Orang


Rendy Ferdiansyah |

KEPOLISIAN Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pemukulan anggota Ditreskrimsus Polda Babel oleh orang tidak dikenal (OTD). Saat ini pihaknya gencar melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) guna mengantisipasi kelangkaan BBM.

Salah satu pemantauan itu dilakukan di SPBU Namang Bangka Tengah yang diduga terjadi penyimpangan dan penyalahgunaan BBM. Untuk itu pada Senin (22/4) petugas SPBU dimintai keterangan oleh polisi yakni AO alias Afui selaku pengawas SPBU, FI selaku admin SPBU, dan BEU selaku petugas nosel.

"Berdasarkan hasil keterangan ketiga orang tersebut ada indikasi penyelewengan. Untuk itu anggota Ditreskrimsus sekitar pukul 22.00 mengantarkan saudara FI ke SPBU tersebut. Ternyata pada saat mengantar tersebut ada yang menghambat anggota datang ke SPBU. Setelah melakukan pemukulan, pelaku kabur. Orangnya siapa, kami enggak tahu," kata Kepala Bidang Humas Polda Babel Kombes Maladi di Mapolda Babel, Rabu (27/4).

Pada kejadian itu enam anggota Ditreskrimsus Polda Babel dipukul oleh sembilan OTD. "Kurang lebih ada sembilan orang yang mukul. Habis tarawih itu SPBU sudah tutup. Anggota enggak ada yang terluka. Ya dipukul polisi biasalah. Pemukulan tangan kosong, tidak menggunakan senjata," jelasnya.

 

Sebelumnya santer diberitakan, diduga yang melakukan pemukulan terhadap enam anggota tersebut ialah aparat keamanan. Disinggung mengenai kebenaran pemukulan oleh aparat keamanan, Maladi belum bisa memberikan kepastian.

"Itu kata kamu (wartawan). Polisi memintai keterangan orang SPBU. Kami bicara penyelidikan, enggak bisa mengatakan oh gini oh gini, enggak. Kami bicara fakta hukum. Saya bilang ke rekan-rekan kemarin saya konfirmasi. Misalnya diduga dari sini, kami serahkan kepada yang berkompeten di situ," ungkapnya.

"Yang penting Ditreskrimsus punya tugas utama menertibkan BBM bersubsidi di Babel. Jangan sampai ada kelangkaan," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT