23 April 2022, 14:13 WIB

321 UMKM Perempuan di Malang Raya Dapat Pendampingan dari MCI


mediaindonesia.com |

UNTUK menjadi seorang pengusaha sukses dari nol, tentu membutuhkan kerja keras dan waktu yang tidak sedikit. Selain itu, dibutuhkan juga visi, misi, dan target dalam meraih hasilnya.

Maka dari itu, tidak ada hasil instan untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

Namun, dalam perjalanan usaha pasti ada kendala yang terjadi, diantaranya adalah dampak terbesar yang dirasakan oleh para pengusaha dari adanya pandemi covid-19 sejak tahun 2020.

Pengusaha kecil khususnya pengusaha perempuan kecil yang ada di Malang Raya juga mengalami kondisi tidak stabil (krisis).

Program Camelia dari Mercy Corps Indonesia (MCI) membawa angin segar untuk para pengusaha khususnya para pengusaha perempuan kecil yang ada di Malang Raya agar mampu pulih kembali dan mampu mengembangkan bisnisnya jauh lebih baik ke depannya. 

Baca juga: Bangkitkan Ekonomi, Perempuan Desa Kulai Kembangkan Keripik Ikan Simba

Program Cemalia telah berjalan selama 1 tahun yaitu pada bulan April 2021 – April 2022 di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu).

Berakhirnya kegiatan pelatihan dan pendampingan, MCI menyelenggarakan kegiatan Learning Event & Closing Program untuk menutup kegiatan Program CAMELIA yang berakhir di bulan April 2022 dihadiri oleh dinas terkait, peserta, fasilitator dan mitra program.

Pada Kamis (24/4), Learning Event & Closing Program dilaksanakan di Kota Batu. Adapun tujuan kegiatan ini adalah menjelaskan pencapaian dan pembelajaran Program Camelia kepada peserta dan mitra program.

Kegiatan ini memberikan fasilitas kepada peserta Program Camelia berinteraksi dan bertukar pengalaman dalam menghadapi kondisi krisis di masa pandemi covid-19 yang nantinya dapat membangun ekosistem kewirausahaan antar pemilik usaha untuk mendukung pemulihan kegiatan UMKM di Malang Raya.

Lebih dari 300 peserta dijangkau oleh MCI dalam Program Camelia, mereka diberi pelatihan dan pendampingan secara hybrid.

Kegiatan Program CAMELIA dilakukan melalui dua tahap yaitu persiapan program dan pelaksanaan program.

Adapun persiapan program yaitu need assessment, koordinasi dan kolaborasi dengan mitra, menjalin network, pengembangan modul peserta dan fasilitator, pembukaan registrasi peserta serta training of trainers.

Selanjutnya kegiatan pelaksanaan program yaitu pelatihan, pendampingan, monitoring dan kegiatan – kegiatan workshop yang menunjang materi.

"Melalui Pogram Camelia ini, saya sebagai fasilitator juga mendapatkan ilmu yang sangat banyak, karena ini adalah contoh program yang tuntas dalam memberikan edukasi," ujar Yayuk Murniwati selaku fasilitator wilayah Bumiaji dan Batu II dalam keterangan pers, Sabtu (23/4).

“Pembelajaran yang diberikan juga cukup banyak bukan hanya 1 bidang saja, saya menerima materi tentang manajemen rantai pasok, manajemen keuangan, marketing online, dan keuangan digital, tuturnya.

Banyaknya edukasi yang diberikan juga membuat beliau dapat memberikan banyak ilmu, sharing dan semangat positif untuk 13 pengusaha kecil perempuan di Kota Batu yang didampinginya selama program berlangsung.

Bahkan beliau sebagai fasilitator mendatangi satu persatu lokasi usaha dan mengidentifikasi permasalahan yang terjadi agar dapat memberikan pemecahan solusi dan pendampingan yang tepat dibutuhkan oleh para pengusaha perempuan ini. 

Dampak positif dari adanya pendampingan Program Camelia ini juga langsung dapat dirasakan oleh para pengusaha yang bergabung dalam program, karena saat ini mereka akhirnya dapat menentukan harga pokok penjualan (HPP), membuat laporan keuangan untuk usahanya, sehingga kemajuan usahanya pun dapat lebih terukur dengan tepat.

Program ini juga telah meningkatkan akses usaha perempuan pengusaha kecil ke layanan keuangan, ada 266 peserta membuka rekening baru di bank dan dompet digital Dana Indonesia.

Sebanyak 48 peserta mengakses pinjaman usaha dan 257 peserta mengaplikasikan pembayaran digital setelah mendapat intervensi dari program. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT