21 April 2022, 11:00 WIB

Side Events G20 Bidang Parekraf Akan Digelar di Labuan Bajo Hingga Solo


Iis Zatnika |

Sebanyak 10 hingga 15 ribu tenaga kerja baru akan terserap dalam rangkaian kegiatan Side Event G20 Parekraf (pariwisata dan ekonomi kreatif). Kegiatan itu akan digelar hingga 30 November 2022 sesuai dengan masa jabatan Indonesia sebagai Presidensi Group of 20 (G20) yaitu forum kerja sama 20 negara ekonomi utama dunia.  

Menteri Parekraf Sandiaga Uno dalam acara peluncuran Side Events G20 Parekraf pada Rabu (20/4) di Jakarta menyatakan penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan menonjolkan citra positif sekaligus mempromosikan keragaman budaya dan pariwisata Indonesia. “Serta tentunya menjadi momen kebangkitan ekonomi Indonesia, dengan banyaknya tenaga kerja baru yang terserap dalam seluruh rangkaian kegiatan. Bidang Parekraf sendiri telah menyerap 34 juta tenaga kerja,” kata Sandiaga usai menghadiri makan malam bersama para duta besar dan perwakilan negara-negara anggota G20.

Sandiaga menyatakan, Side Events G20 diselenggarakan melibatkan berbagai kementerian/lembaga serta pemangku kepentingan lainnya di berbagai daerah. Terdapat tiga pilar acuan yaitu lingkungan dan keberlanjutan, arsitektur kesehatan baru seta transformasi digital. Semua kegiatan juga berlandaskan semangat Recover Together, Recover Stronger sehingga menjadi momen pulih bersama, termasuk bagi masyarakat di lokasi sekitar kegiatan.

Sandiaga merinci, salah satu Side Events G20 akan diselenggarakan di Bali, terdiri atas Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) Conference pada 21-24 Juni 2022 bertema Unlocking Social Investment Opportunities in Indonesia and Beyond Proposed Engagement for 2022: The Asian Decade. Selain itu juga akan digelar World Conference On Creative Economy (WCCE) 2022 pada 1-7 Oktober 2022 ber tema Inclusively Creative: A Global Recovery. Fokus utama kegiatan ini, menguatkan geliat isu ekonomi kreatif guna memulihkan ekonomi global.

Selanjutnya, berlokasi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, akan diselenggarakan Creative Hub Puncak Waringin. Puncak Waringin menjadi simbol pusat kolaborasi dan bertukar informasi bagi para pelaku ekonomi kreatif. Masih di Labuan Bajo, juga akan diselenggarakan Flores the Singing Island, Flores Writers Festival, serta Ideathon #RinduLabuanBajo.Ada pula Side Event G20 non substantif  berupa paket tur Labuan Bajo yaitu berlayar, snorkeling, melihat komodo, berenang, hingga mengunjungi desa wisata maupun pantai.

Lokasi berikutnya, Jakarta, akan menjadi tuan rumah Side Event G20 bersifat substantif untuk Kelompok finance yaitu Pekan Fintech Nasional (PKN) pada April 2022, Karya Kreatif Indonesia (KKI) pada Mei 2022 serta International Sharia Economic Festival (ISEF) pada November 2022.

Rangkaian kegiatan lainnya diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah yaitu International Wellness Tourism Conference Festival (IWTCF) bertema Recover and Stronger with Wellness. Fokus kegiatan ini adalah bidang pengobatan herbal, antipenuaan dan makanan sehat.

Selain di lokasi-lokasi itu,, rangkaian Side Event G20 juga akan diselenggarakan di Danau Toba, Kawasan Borobudur (Magelang), Mandalika, Likupang, Bintan, Batu, Surabaya, Bogor, Makassar, Palembang, Belitung, Banjarmasin, Sorong, dan Pontianak. “Rangkaian kegiatan ini dilakukan agar tidak ada yang tertinggal dalam masa penyelenggaraan G20 ini,” ujar Sandiaga.

Selain rangkaian Side Event itu, Sandiaga juga menjelaskan tentang Tourism Working Group (TWG) G20 yang berfokus pada UMKM dan Community Based Tourism. Forum akan memaparkan praktik terbaik antarnegara anggota G20. Pihaknya selaku ketua TWG akan menyelenggarakan pertemuan tingkat pejabat eselon 1 pada 10-11 Mei 2022 di Labuan Bajo secara hibrid. Selanjutnya, pada 23 September 2022 akan digelar di Bali secara luring,  dilanjutkan Tourism Minister meeting (TMM) pada 26 September 2022 di Bali. (X-16)

BERITA TERKAIT