19 April 2022, 17:38 WIB

Banyak Ancaman Bencana, DI Yogyakarta Perkuat Desa Tanggap Bencana


Ardi Teristi Hardi |

KEPALA Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta (DIY) Biwara Yuswantana menyampaikan di kawasan DIY ada 12 ancaman bencana, mulai dari kawasan Merapi hingga daerah pantai yang bisa menimbulkan tsunami. BPBD DIY telah membentuk ratusan desa tanggap bencana.

Biwara menjelaskan jika beberapa tahun terakhir ini bencana yang paling banyak terjadi adalah tanah longsor dan angin kencang. Ia pun mengatakan, pemerintah perlu untuk membangun kesiap-siagaan masyarakat di desa kawasan bencana.

"Ada 301 kelurahan (di DIY). Dari jumlah tersebut, sudah terbentuk 268 desa tanggap bencana. Di sekolah kita lakukan pelatihan pendidikan rawan bencana," kata Biwara di Komplek Kepatihan saat kunjungan Komisi VIII DPR RI, Senin (18/4).

Biwara juga menyampaikan, desa tanggap bencana penting dibuat agar masyarakat mempunyai kesiap-siagaan dan ketahanan menghadapi berbagai potensi ancaman yang bisa terjadi.

Baca juga: Klaten Rawan Bencana, BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana

Di tempat terpisah, Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menegaskan salah satu prasyarat mewujudkan tangguh hadapi bencana adalah keberadaan tenaga terlatih untuk penanganan kebencanaan. DIY sudah memiliki Perda Penanggulangan Bencana, yang memberi mandat pemda untuk wujudkan tangguh hadapi bencana.

"Dukungan anggaran penting guna operasional kerja-kerja penanggulangan bencana," kata Eko Suwanto.

Dukungan anggaran juga bagian dari komitmen terus membantu fasilitasi edukasi masyarakat tangguh bencana. Alokasi anggaran juga diarahkan dalam bentuk pelatihan SDM dan pemberian sarana prasarana.

"Komitmen bantu fasilitasi edukasi, pelatihan sumber daya manusia dan pemberian sarana dan prasarana jelas terus kita jalankan," pungkas Eko.(OL-5)

BERITA TERKAIT