17 April 2022, 22:00 WIB

Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Denpasar Terus Disosialisasikan 


Ruta Suryana | Nusantara

PENGELOLAAN sampah berbasis sumber terus disosialisasikan di Kota Denpasar. Salah satu kegiatannya adalah dengan menggelar bank sampah. Seperti yang dilakukan Sekaa Teruna (ST) Dharma Laksana di Banjar Kaja, Kelurahan Panjer yang berkolaborasi dengan TPS 3R Paku Sari bertempat di Balai Banjar setempat, Minggu (17/4). 

Lurah Panjer I Putu Budi Ari Wibawa mengatakan, kegiatan bank sampah ini sebagai respon nyata terhadap regulasi Peraturan Gubernur Bali No 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan Peraturan Walikota Denpasar No 45 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Reduce, Reuse dan Recycle (3R). 

"Melalui kegiatan ini kami sekaligus juga menyosialisasikan Pararem Desa Adat Panjer terkait Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber yang sebentar lagi akan disahkan," kata Budi Ari. 

Sejak awal berdiri tahun 2016, keberadaan bank sampah ini bertujuan untuk membantu warga masyarakat mengelola dan memilah sampah. 

Baca juga : Lagi, Bank Sampah Diluncurkan di Kota Denpasar 

"Seperti yang kita tahu, sampah memiliki jenis berbeda. Sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi nantinya bisa dibawa ke bank sampah, sedangkan sampah organik akan dibawa ke TPS3R Paku Sari untuk dicacah dan dijadikan pupuk kompos," imbuh Budi Ari. 

Bahkan, lanjut Budi Ari, kegiatan itu juga bentuk dukungan terhadap pemerintah yang sedang bersiap menyambut penyelenggaraan event Presidensi G20 yang rencananya akan digelar di Bali. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat meminimalisasi permasalahan sampah, utamanya dari tingkat desa/kelurahan. 

Kegiatan bank sampah yang dikelola Banjar Kaja, Kelurahan Panjer ini kembali beroperasi setelah sempat vakum sekitar dua tahun lantaran kondisi pandemi covid-19. (OL-7)

BERITA TERKAIT