16 April 2022, 22:58 WIB

Lestari Moerdijat Ingatkan Pelaku Industri di Borobudur untuk Jeli dan Kreatif Melihat Peluang


Henri Siagian |

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, atau yang kerap disapa Rerie, menilai perlu langkah-langkah yang lebih kreatif dalam mengemas pemasaran wisata di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Berdasarkan keterangan yang diterima Media Indonesia, hal tersebut disampaikannya seusai workshop Gerakan Sadar Wisata yang bertajuk ‘Penguatan Pariwisata Pascapandemi Covid-19’ di Balkondes Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang pada Jumat (15/4/2022).

”Perlu kejelian (pelaku industri pariwisata) untuk melihat kesempatan. Bagaimana para pelaku industri di sini (kawasan Borobudur) mengemasnya, dengan tanda kutip saya menggunakan kosa kata yang lebih sederhana, yakni menjual. Bagaimana secara langsung bisa memberikan undangan kepada target masyarakat yang kita yakini bisa menjadi market,” katanya.

Baca juga: Presiden Jokowi Kunjungi Candi Borobudur

Terkait workshop tersebut, lanjut Lestari, merupakan inisiatif yang luar biasa dari Kemenparekraf untuk memberikan ruang kepada para pelaku industri wisata dalam rangka menyambut geliat ekonomi.

”Untuk menyambut geliat ekonomi maka kita harus mulai menata diri. Ini momentum yang tepat karena sebentar lagi lebaran. Saya yakin dengan dibukanya kembali mudik lebaran, akan banyak yang berwisata ke Borobudur,” imbuhnya.

Baca juga: PPKM Berdampak pada Kunjungan Wisatawan di Borobudur

Dia pun berharap, dengan kegiatan-kegiatan serupa, para pelaku industri pariwisata segera mempersiapkan diri.  ’Sudah dua tahun lebih, hampir tidak ada geliat dan mari kita berharap untuk yang terbaik. Tetapi saya optimistis untuk itu,” ujar Lestari.

Lestari mengimbau kepara para pemudik untuk bisa menjaga diri dan mematuhi protokol kesehatan. ”Saya mengimbau tetap dilakukan pengawasan yang ketat. Namun tentunya yang paling penting adalah para pemudik ini bisa menjaga diri.

Baca juga: Mudik Lebaran Peluang Pemulihan Perekonomian Daerah

Dan sama-sama menyadari bahwa euforia mudik ini tidak boleh kemudian menjadi pangkal dari masuknya lagi gelombang yang baru. (X-15)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT