16 April 2022, 14:45 WIB

BBKSDA Sumut Temukan Dua Bangkai Gajah di Perbatasan TNGL


Yoseph Pencawan |

BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara pekan lalu menemukan dua bangkai gajah di areal perbatasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di wilayah Kabupaten Langkat. Bangkai gajah pertama ditemukan di Dusun Aras Napal Kanan, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang Sedangkan bangkai kedua ditemukan berjarak 1,4 km dari bangkai pertama.

"Hasil ploting koordinat, posisi gajah (kedua) berada di areal 242 Aras Napal dan berjarak 140 meter dari hutan TNGL," kata Plt. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut Irzal Azhar, Sabtu (16/4).

Dia menerangkan, penemuan ini berawal pada Minggu (10/4). Petugasn Resort Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) mendapat informasi dari pemancing ikan mengenai adanya bangkai gajah di perkebunan jeruk warga di Dusun Aras Napal Kanan, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Petugas kemudian meneruskan informasi tersebut ke Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat. Keesokan harinya petugas Resort KSDA Aras Napal 242 mengecek lokasi dan menemukan adanya bangkai seekor gajah.

Hasil ploting koordinat yang dilakukan petugas, posisi bangkai berada di Hutan Produksi Terbatas (HPT). Berjarak sekitar 150 meter dari kawasan TNGL. Lokasi penemuan bangkai merupakan perladangan yang berjarak 20 meter dari jalan lintas desa menuju Dusun Aras Napal.

Petugas mengidentifikasi bahwa bangkai yang ditemukan adalah Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrae) dewasa berjenis kelamin betina. Bangkai yang sudah mulai membusuk dengan usus terburai itu terdapat banyak luka bekas tusukan benda tumpul.

Saat petugas melakukan pengecekan bangkai gajah pertama, diperoleh informasi dari masyarakat mengenai penemuan bangkai gajah lagi di lokasi berbeda. Petugas menemukan lagi bangkai gajah di dalam kawasan areal 242 Aras Napal yang merupakan Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola oleh BBKSDA Sumut. Kawasan ini memiliki tutupan berupa hutan tropis dan memiliki keragaman hayati yang cukup tinggi. (OL-15)

BERITA TERKAIT