13 April 2022, 22:18 WIB

DI Yogyakarta Bakal Buat Sekolah Asrama untuk Pelajar Bermasalah


Ardi Teristi |

MEREBAKNYA kasus klitih (kekerasan jalanan yang dilakukan remaja) membuat Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memikirkan cara untuk meredamnya. Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan sekolah terpadu dengan pengasuhan foster care konsep asrama menjadi cara yang akan dilakukan.

"Karena mengeluarkan anak dari sekolah bukan menyelesaikan masalah, tetapi malah menambah masalah," kata Sri Sultan, Selasa (13/4).

Pasalnya, jika anak dikeluarkan dari sekolah dan menganggur, mereka berpotensi melakukan tindakan kriminal.

"Ya kalau terus ngaggur ya kriminalitasnya makin tinggi. Kejahatan juga makin tinggi," imbuhnya.

Baca juga: Pelaku Klitih yang Tewaskan Pelajar SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Ditangkap

Bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY,   yang menetap dan berkelanjutan demi kepentingan terbaik bagi anak (foster care).

"Anak-anak yang orangtuanya tidak nerima lagi kita berikan fasilitas lebih baik, tempat pendidikan maupun tempat training keterampilan dan sebagainya untuk di Pundong itu. Asal dia bersedia untuk tinggal di situ ya dia bisa tetap bersekolah," ungkap Sri Sultan.

Sekolah asrama itu rencananya akan berada di Gedung Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) di Pundong, Bantul.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menambahkan kurikulum sekolah asrama itu nantinya akan disusun oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga.

"Jadi semacam boarding school untuk anak-anak yang membutuhkan tak terkecuali anak-anak yang berpotensi itu akan kita arahkan kesana, jangan sampai anak itu putus sekolah dikeluarkan dari sekolah," kata dia.

Baskara Aji menambahkan, yang dimaksud foster parent adalah pihaknya akan mencarikan orangtua angkat atau orangtua asuh untuk anak-anak di sana. Pelaksanaannya nanti akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang ada, baik nasional maupun internasional. Ia menyebut, foster parent pernah berhasil dilakukan di Jogja.

Kepala DP3AP2 DIY Erlina Hidayati Sumardi menambahkan sekolah asrama tersebut rencananya akan diberi nama Jogja Creative Care. Beberapa sarana yang akan disediakan, seperti meet up space, energy release space, working space, mental health space, hingga terapi perilaku.(OL-5)

BERITA TERKAIT