10 April 2022, 11:42 WIB

Basuki Minta Penanganan Longsor di Temanggung Selesai H-10 Lebaran


Insi Nantika Jelita |

DALAM kunjungan kerjanya meninjau kesiapan jalur mudik di Pulau Jawa , Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono memerintahkan jajarannya agar perbaikan badan jalan yang longsor di jalan nasional ruas Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah selesai pada H-10 Lebaran 2022.

Longsor di Jalan Nasional ruas Pringsurat, tepatnya sisi kiri arah Magelang terjadi pada 9 Maret 2022 akibat intensitas hujan yang tinggi.

"Semua perbaikan, termasuk di ruas ini, saya minta untuk selesai pada H-10 Lebaran 2022. Namun, sebelumnya, akan kita pastikan terlebih dahulu apakah sudah aman untuk kembali dilalui kendaraan," kata Basuki dalam keterangan resmi, Minggu (10/4).

Baca juga: Masih 42 Keluarga Di Kabupaten Mitra Di lokasi Pengungsian

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY Wida Nurfaida mengatakan ruas jalan yang longsor tersebut merupakan ruas jalan nasional nontol yang tinggi arus lalu lintasnya. Jalan itu menghubungkan Semarang - Yogyakarta via Temanggung - Magelang.

Saat ini, lanjutnya, tengah dilakukan penanganan longsoran berupa Dinding Penahan Tanah (DPT) beton dengan ketinggian 8 meter sepanjang 16 meter dan perbaikan badan jalan.

"Insha Allah bisa fungsional sebelum periode Mudik Lebaran nanti," ucapnya.

Ditambahkan Wida, perkiraan kebutuhan anggaran untuk perbaikan hingga selesai sebesar Rp915 juta. 

"Upaya penanganan kami pasang rambu-rambu agar pengguna jalan yang melintasi berhati-hati," ujarnya.

Kejadian longsor di Temanggung bukan yang pertama kali terjadi pada awal Maret kemarin. Pada 18 Januari lalu, berdasarkan pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, tanah longsor terjadi di Dusun Pringsewu di Desa Giripurno dan Dusun / Desa Katekan. Keduanya masuk wilayah Kecamatab Ngadirejo.

Di Dusun Pringsewu, Desa Giripurno, tanah longsor meruntuhkan bangunan bagian dapur dan gudang milik seorang warga. Volume longsoran tanah tercatat sepanjang 7 meter, lebar 30 centimeter dan tinggi lima meter. Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp14,7 juta. (OL-1)

BERITA TERKAIT