08 April 2022, 13:56 WIB

Percepat Booster, BIN Luncurkan Program Vaksinasi Masuk Masjid di Yogyakarta


Agus Utantoro |

BADAN Intelijen Negara (BIN) meluncurkan program "Vaksinasi Masuk Masjid" di Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Kamis (7/4) sore. Program yang akan digelar bergantian di masjid-masjid di seluruh Yogyakarta ini hasil kerjasama BIN Daerah Yogyakarta bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Yogyakarta.

Tujuannya adalah mempercepat pemerataan vaksinasi sebagai antisipasi meningkatnya mobilitas dan interaksi sosial selama bulan Ramadan dan libur Lebaran nanti.

Koordinator Vaksinasi Binda DIY AKBP Sugiyono mengatakan, peningkatan mobilitas dan interaksi sosial berarti peningkatan risiko penularan Covid-91. Fenomena ini harus dimitigasi dengan peningkatan rasio dan pemerataan vaksinasi  sehingga di tengah masyarakat. Dengan demikian, risiko penularan bisa ditanggulangi di saat pelonggaran sosial  diberikan Pemerintah dan masyarakat antusias menyambut Lebaran.

"Harapan kita semua, program Vaksinasi Masuk Masjid ini bisa meningkatkan kualitas kekebalan komunal masyarakat di Yogyakarta sehingga kita semua bisa beraktivitas dengan tenang selama bulan Ramadan dan Lebaran nanti. Program ini kami launching di Jogokariyan karena masjid ini sudah terkenal dan menjadi ikon Yogyakarta. Sebelumnya kita sudah berkoordinasi dengan MUI. Vaksinasi pada bulan Ramadan bisa siang dan malam, agar masyarakat di DIY bisa tervaksin,” kata AKBP Sugiyono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/4).

Program ini disambut antusias masyarakat. Tak berselang lama usai launching, terlihat warga yang langsung antre di dekat mobil layanan vaksinasi.

Di sela acara peluncuran, Ketua Pimpinan Wilayah DMI DIY, Prof Muhamad mengatakan, gerakan  Vaksinasi Masuk Masjid diharapkan mampu mendukung percepatan vaksinasi booster atau dosis ketiga bagi masyarakat.

“Harapan kami, dengan kegiatan ini percepatan vaksin di DIY segera tuntas, masyarakat sehat semua dan melakukan aktivitas tanpa harus PCR dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Menurutnya, dari sisi hukum fikih, vaksinasi pada siang hari tidak membatalkan puasa. Ini karena vaksin tidak masuk rongga perut besar. “Hanya di otot. Tak sampai perut besar dan tidak membatalkan puasa,” ungkapnya.

Tim vaksinasi mobile Binda Yogyakarta akan mulai melayani masyarakat setelah salat Asar dan nanti akan dilanjutkan malam hari seusai Tarawih. Hal ini memungkinkan masyarakat memilih waktu yang pas untuk mendapatkan vaksinasi.
 
Diawali di Masjid Jogokariyan, kegiatan Vaksinasi Masuk Masjid akan berlanjut ke Tamansiswa, Deresan, Pringgolayan serta masjid di kabupaten/kota se-DIY.

Tidak hanya jamaah, vaksinasi ini juga terbuka bagi masayarakat umum, untuk semua kelompok usia dan tidak terbatas hanya jamaah masjid. (OL-13)

Baca Juga: Masih 42 Keluarga Di Kabupaten Mitra Di lokasi Pengungsian

BERITA TERKAIT