08 April 2022, 13:45 WIB

Masih 42 Keluarga Di Kabupaten Mitra Di lokasi Pengungsian


Voucke Lontaan | Nusantara

TERCATAT masih 42 keluarga di Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut), hingga saat ini masih berada dilokasi pengungsian, pasca banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi, Rabu (6/4) lalu. Pemerintah setempat juga terus melakukan pendataan jumlah rumah warga yang rusak akibat bencana tersebut.

"Tidak ada korban jiwa manusia dalam bencana ini. Saya sudah perintahkan Dinas Permukiman segera mendata berapa banyak rumah penduduk yang rusak berat dan rusak ringan untuk diperbaiki," kata Bupati Kabupaten Mitra, James Sumendap, saat peninjauan dilokasi bencana, Jumat (8/4).

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten juga sudah menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena dampak dari bencana. Termasuk didalamnya warga yang masih dilokasi pengungsian. "Bantuannya antara lain berupa mie instan, kasur, selimut dan makanan siap saji," ujarnya.

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mitra, bencana alam ini terjadi di Kecamatan Belang dan Kecamatan Ratatotok. Sebanyak 2.291 keluarga terkena dampak dari bencana ini.

"Kebutuhan mendesak warga yang terkena dampak bencana antara lain, family kit seperti peralatan mandi, Selimut, kebutuhan air bersih, alat untuk mengurangi debet air dan rumah bagi keluarga rusak berat 10, rusak ringan 6 rumah. Yang menjadi kendala ketersediaan dana, peralatan dan personil," kata Kepala BPBD Kabupaten Mitra, Jhony Kolinug.

Banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Belang dan Ratatotok sekitar 165 km arah Tenggara Kota Manado disebabkan meluapnya air Sungai Wowesen yang tanggulnya jebol.

"Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat segera menata anggaran perbaikan tanggul," kata Bupati Mitra James Sumendap.

Menurut James, pemerintah juga akan memprogramkan pelebaran saluran air atau drainase di dua kecamatan yang dilanda banjir bandang. Diharapkan warga mendukung program ini khususnya pembebasan lahan.

James juga mengecam perusahaan pertambangan emas tanpa izin yang beroperasi di dua kecamatan itu. "Saya tidak akan memberikan izin kepada perusahaan tambang yang beroperasi ilegal. Saya, pasti tertibkan karena ini menyangkut keselamatan dan kepentingan masyarakat umum. Sebab, bisa saja akibat penggalian material tambang itu menjadi salah satu penyebab bencana ini," tegas James Bupati Mitra dua periode ini. (OL-13)

baca Juga: Anies Baswedan Disoraki Presiden di Masjid Kampus UGM

BERITA TERKAIT