06 April 2022, 21:07 WIB

Minyak Langka, PKL di Pesisir Pantura Gresik Berhenti Berjualan


M Yakub | Nusantara

SEJUMLAH pedagang kali lima (PKL) dan gorengan di pesisir pantura Gresik, Jawa Timur, terpaksa berhenti jualan setelah minyak goreng semakin langka dan harganya makin tidak terjangkau.

"Terpaksa berhenti jualan karena harga minyak makin tidak terjangkau," kata pedagang gorengan di Kecamatan Panceng, Gresik, Susiyah, Rabu (6/4).

Menurut dia, selain harganya terus melambung naik, minyak goreng juga sulit didapatkan.

"Nggak nutut kalau mau jualan. Karena harga minyak curah sudah mencapai Rp17-19 ribu per liter," imbuhnya.

Kalau harganya naik secara bertahap, lanjut dia, konsumen masih bisa menerima. Selain harganya mahal, barang juga susah didapatkan.

"Ya terpaksa berhenti, tidak jualan Mas," tuturnya.

Baca juga: 12 Ton Minyak Goreng Curah Digelontorkan Ke Pasar Tradisional Di Cimahi

Kondisi serupa juga dialami Murniati, pedagang lainnya. Dia terpaksa memilih dagangan yang tidak menggunakan bahan minyak dalam pembuatannya.

"Tidak, kita sudah tidak jualan gorengan lagi. Ga nyampai modalnya," ungkap dia.

Dengan kondisi tersebut, pada Ramadan tahun ini, dia terpaksa berjualan menu berbuka puasa lainnya yakni minuman berbahan es dan makanan ringan yang dipanggang.

"Ini untuk menghindari kesulitan bahan dan mengurangi kerugian. Karena kalau pakai minyak dengan harga kisaran Rp26-28 ribu per liter malah nggak dapat untung jatuhnya," pungkas dia.(OL-5)

BERITA TERKAIT