06 April 2022, 08:20 WIB

Realisasi Pembangunan di Temanggung hingga 2023 Sulit Tercapai


Tosiani |

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah kesulitan merealisasikan pembangunan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Temanggung 2018 - 2023. Alasanya, anggaran pembangunan tersedot untuk penanganan pandemi covid-19.

Wakil Bupati Temanggung, Heri Ibnu Wibowo, menyebutkan, berdasarkan evaluasi, sampai akhir 2022 dari 53 kinerja sasaran dan 332 kinerja program diperkirakan hanya akan tercapai 70 persen.

"Akan tetapi Pemkab Temanggung tetap optimis bakal berupaya mencapai 100 persen di akhir 2023," cetus Wabup Heri Ibunu Wibowo, Rabu (6/4)

Menurut Wabup, pandemi Covid-19 amat berpengaruh pada pelaksanaan RPJMD 2018 - 2023. Soalnya anggaran-anggaran dari Pemerintah Pusat untuk daerah memuat banyak pesanan-pesanan dari pusat. Utamanya dalam upaya penanggulangan Covid-19.

Penyebab lainnya, kata Wabup, pelaksanaan RPJMD juga terpengaruh anggaran dari pusat yang sudah diarahka. Serta terdapat refokusing anggaran, sehingga ada anggaran yang tidak jadi diberikan.

"Pendapatan Asli Daerah (PAD) Temanggung juga terpengaruh, sehingga dalam anggaran jelas tidak bisa memenuhi apa yang diharapkan dalam RKPD," katanya.

Kendati demikian, berbagai upaya terus coba dilakukan Pemkab Temanggung untuk mencapai target pembangunan, yakni dengan merubah target dan sasaran. Sejauh ini Pemkab masih optimisme akan tercapai semua indikator sasaran dan program.

Ia menambahkan, dari kerja keras yang harus dilakukan untuk mencapai prosentasenya kecil, dan akan dikerjakan pada 2023. Ia memperkirakan pencapaiannya sekitar 70 persen sampai akhir tahun 2023. "Jadi untuk yang 30 persen kami kejar di 2023," katanya. (OL-13)

Baca Juga: Perusahaan di Temanggung Diminta Sesuaikan Jam Kerja Selama Ramadan

BERITA TERKAIT