03 April 2022, 21:40 WIB

Pertalite dan Solar Langka di Gresik


Akhmad Yakub |

BAHAN bakar jenis pertalite dan solar sulit didapat di wilayah pantura Jawa Timur seperti Gresik. Hal itu terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan pesisir Kecamatan Panceng, yang tidak memiliki stok pertalite dan solar.

Di SPBU ini, kelangkaan solar terjadi setiap akhir pekan. Sedangkan, pertalite sudah lama tidak mendapatkan kiriman. Kondisi tersebut mengakibatkan konsumen terpaksa membeli solar pada kios eceran. "Di SPBU Banyutengah solar langka," kata Udin, sopir pikap di Kecamatan Panceng, Minggu (3/4).

Menurut dia, dengan tidak adanya solar di SPBU dirinya terpaksa membeli solar di kios eceran Meski dengan takaran yang kurang memuaskan namun, terpaksa dibeli karena terdesak kebutuhan.

"Kalau tidak beli malah tidak jalan kendaraan. Padahal takaran jelas kurang memuaskan," tambahnya.

Munadi, konsumen lainnya mengatakan warga terpaksa mengantri solar di SPBU Banyutengah karena SPBU yang disediakan pemerintah di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Campurejo tidak beroperasi. Ini karena mesin pompa elektrik di SPBU tersebut beberapa kali dicuri orang. "Jadi kita terpaksa beli ke sini tapi, disini juga solar langka," ungkap Munadi yang juga nelayan ini.

Ia mengatakan solar dibutuhkan warga pesisir yabg sehari- hari melaut untuk bahan bakar mesin perahu tempel. Kelangkaan solar biasanya terjadi setiap akhir pekan.

Untuk antisipasi kelangkaan pekan berikutnya, warga dan nelayan sengaja membeli solar dalam.jumlah besar. "Setidaknya cukup untuk kebutuhan hingga seminggu," jelasnya.

Sementara itu, petugas SPBU di Kecamatan Panceng mengungkapkan, lebih dari dua bulan ini pertalite jarangbsekali dikirim ke SPBU. Dia mengatakan, dimungkinkan pengurangan jatah SPBU itu bagian dari upaya untuk tes pasar sebelum harga pertalite dinaikkan.

"Jadi tiga pekan ini jarang sekali dapat jatah pertalite. Bahkan, lebih banyak tidak ada," kata petugas tersebut. (OL-15)

BERITA TERKAIT