03 April 2022, 23:05 WIB

Minyak Curah Langka Di Pesisir Lamongan dan Gresik


Akhmad Yakub |

MINYAK goreng (migor) curah langka di sejumlah kawasan di pesisir pantura Jawa Tomur. Kalaupun ada, harga minyak goreng curah melambung. Warga juga berharap pemerintah mengelar operasi pasar dan pasar murah agar harga minyak bisa terjangkau kembali.

Di Lamongan, minyak curah juga langka hampir dalam 10 hati terakhir di sejumlah kios maupun toko. " Ini sudah hampir seminggu ini minyak goreng langka," kata Zuniyah, pemilik toko di Kecamatan Solokuro, Lamongan, Minggu (3/4).

Dia mengatakan, sesuai informasi dari agennya minyak curah bakal dikirim pada malam nanti. Namun, dia tidak tahu berapa banyak jatah yang diperolehnya. "Termasuk berapa harganya juga belum tahu," jelasnya.

Dimungkinkan harga minyak, lanjut dia, bakal mengalami kenaikan di banding bulan sebelumnya pada kisaran Rp15 ribu per liternya. Demikian juga untuk minyak kemasan juga langka dengan harga per liter sekitar Rp25 ribu-Rp27 ribu. "Pasti naik harganya karena barang susah didapatkan tapi belum tahu berapa," tambahnya.

Kondisi serupa juga terjadi diikawasan pesisir Pantura Gresik. Minyak goreng curah harganya melambung tinggi hingga kisaran Rp17 ribu per liter." Mahal sekali Mas, padahal biasanya sekitar Rp14 ribu," ungkap Komariyah, warga Kecamatan Panceng.

Sedangkan minyak kemasan premium juga sulit didapatkan. Jika ada di toko harganya juga melambung tinggi sekitar Rp54 ribu per dua liternya. Langka migor membuat konsumen keberatan.

Warga berharap agar pemerintah segera melakukan operasi pasar maupun pasar murah agar harga minyak tetap twrjangakau dengan daya beli masyarakat. "Terlebih disini belum pernah ada operasi pasar," pungkasnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT