31 March 2022, 14:18 WIB

Angka Pengangguran Terbuka Kalimantan Selatan Meningkat


Denny Susanto |

ANGKA pengangguran terbuka di Provinsi Kalimantan Selatan terus membengkak mencapai 4,95% pada 2021. Kondisi pandemi covid-19 menyebabkan ribuan orang harus kehilangan pekerjaan.

Hal itu terungkap dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Selatan  tahun anggaran 2021 pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Kamis (31/3). Dalam laporannya disebutkan bahwa tingkat pengangguran terbuka pada 2021 tercatat 4,95%, meningkat dari 2020 sebesar 4,74%.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,95% pada 2021. Ini berarti dari 100 orang angkatan kerja terdapat lima orang menganggur.

TPT tertinggi tercatat di Kota Banjarmasin, yakni 8,47%. Ini disusul Kabupaten Tanah Bumbu sebesar 6,83%. BPS juga mencatat terdapat 4.855 pengangguran karena pandemi covid-19. Ada pula 21.863 orang sementara tidak bekerja dan 244.617 orang mengalami pengurangan jam kerja akibat pandemi covid-19.

Di sisi lain Sahbirin juga melaporkan capaian pembangunan untuk indikator makro selama 2021. Di sektor pembangunan sumber daya manusia, grafik IPM mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun awal RPJMD 2016-2021. Pada 2021, IPM Kalsel berada di angka 71,28, meningkat dari capaian 2016 yang tercatat di angka 69,05.

Baca juga: Pemulihan Ekonomi Sumsel Jadi Jurus Kurangi Angka Kemiskinan

Laju pertumbuhan ekonomi selama lima tahun ke belakang, terlihat cukup stabil berada di kisaran 4,09% hingga 5,28%, sebelum terjadi pandemi di tahun lalu. Ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi Kalsel terkontraksi hingga -1,82 pada 2020. 

Di sisi pemerataan pembangunan, capaian Kalsel cukup baik, ditunjukkan dengan penurunan gini ratio ke angka 0,325. Kalsel juga menjadi provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia dengan angka 4,56%, jauh di bawah angka kemiskinan nasional 9,71%. (OL-14)

BERITA TERKAIT