31 March 2022, 11:20 WIB

Pasar Rakyat Leles di Garut Diresmikan sekaligus Kenalkan Qris


Adi Kristiasi |

PASAR Rakyat Leles di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diresmikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia, Jerry Sambuaga yang didampingi Bupati Garut, Rudy Gunawan Rabu (30/3). Peresmian pasar ini sekaligus meluncurkan digitalisasi sistem pembayaran digital Qris.

Bupati Garut, Rudy Gunawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keterlambatan peresmian Pasar Leles ini. Rudy berpesan agar pasar rakyat bisa digunakan sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan. Sebagaimana diamanatkan dari Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2023 agar mengoptimalkan fasilitas pasar-pasar milik pemerintah daerah.

"Silahkan bapak dan ibu menggunakan tempat ini bapak-ibu hanya membayar retribusi dan ketentuan lain melalui mekanisme yang diatur oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (dan ESDM) beserta dengan Ikatan Warga Pasar (IWAPA) setempat," katanya, melalui keterangan tertulis diterima Media Indonesia, Kamis (31/3).

Sementara itu, Kepala Dinas Perindag dan ESDM Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana, mengungkapkan, Kabupaten Garut memiliki 15 pasar di mana 13 pasar milik pemerintah daerah dan 2 pasar milik swasta. Namun, sudah tiga pasar direvitalisasi dengan dan biaya mencapai Rp100 miliar antara lain pasar Wanaraja, Samarang termasuk Leles yang di bangun (melalui) 4 tahap.

"Pemerintah daerah pernah menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Perdagangan untuk membangun 3 pasar desa di Kabupaten Garut, salah satunya itu di Pasar Pancasura berlokasi di Kecamatan Singajaya, Pasirwangi dan Cijambe sekarang ini sudah berfungsi optimal. Kami berharap, kedepan perekonomian bisa menjadi lebih baik lagi," ujarnya.

alam kesempatan ini, Wamendag RI Jerry Sambuaga mengatakan, peresmian Pasar Leles sudah diagendakannya sejak lama dan memastikan sentra aktivitas perdagangan masyarakat khusus di Kecamatan Leles dapat terpenuhi. Kunjungan ke Kabupaten Garut juga sekaligus meluncurkan program digitalisasi pembayaran denga Qris yang bekerja sama dengan Bank Indonesia.

"Dengan adanya program digitalisasi yang bekerja sama dengan beberapa stakeholder salah satunya yakni Bank Indonesia, transaksi pembayaran yang dilakukannya di pasar bisa menggunakan sistem pembayaran digital yaitu Qris," katanya.

Menurutnya, transaksi praktis melalui sistem pembayaran digital yang dilakukan di pasar Leles Garut juga dapat mengurangi kontak fisik antara pembeli dan penjual, khususnya di masa pandemi Covid-19. Karena, transaksi tersebut memudahkan masyarakat terutama melakukan pembelian secara online supaya lebih memudahkan dan mengurangi kontak fisik antar pembeli.

"Transaksi melalui pembayaran di pasar Leles merupakan salah satu bentuk bagaimana komitment pemerintah Garut, daerah, dan juga dari pusat untuk sama-sama bersinergi serta memastikan bahwa pasar itu menjadi sumber aktivitas yang baik dan bisa menyehatkan khususnya di tengah pandemi Covid-19," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: TPID Sumsel Pastikan Bahan Pokok Aman Selama Ramadan

BERITA TERKAIT