30 March 2022, 20:54 WIB

Wali Kota Semarang Pastikan Ketersediaan Minyak Goreng Cukup


Akhmad Safuan |

WALI Kota Semarang Hendrar Prihadi tegaskan ketersediaan minyak goreng aman untuk tiga bulan mendatang dan tidak akan ada antrean akibat kelangkaan lagi. Kepolisian akan terus mengawal dan mengawasi distribusi migor mengantisipasi penyelewengan.

"Stok migor cukup hingga tiga bulan kedepan, saya minta warga tetap tenang dan bijak dalam menggunakan minyak goreng, tidak secara berlebihan gunakan migor dalam memasak," ungkap Hendrar Prihadi.

Dengan kecukupan ketersediaan migor ini, lanjut Hendrar Prihadi, dijamin tidak terjadi antrean pembeli minyak goreng lagi, karena kelangkaan sudah dapat teratasi dengan stok yang tersedia di pasar. "Tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan," tambahnya.

Pemantauan Media Indonesia Rabu (30/3) minyak goreng kemasan di berbagai pasar tradisional maupun pasar modern di beberapa daerah di pantura Jawa Tengah seperti Kabupaten Kota Semarang, Kendal dan Demak terlihat penuh. Jumlah pembeli migor kemasan tersebut berkurang karena harga masih tinggi diatas Rp20.000 per liter.

Namun untuk minyak goreng curah dengan harga sesuai HET Rp14.000 per liter terlihat masih sulit dicari, sehingga antrean jeriken di beberapa pedagang terlihat di beberapa titik karena warga terutama pelaku UMKM tetap mengharapkan minyak goreng murah dan terjangkau untuk kelanjutan usahanya.

Kepala Polda Jateng Irjen Ahmad Luthfi mengatakan setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pabrik, distributor hingga pedagang di pasar tradisional dan modern di Kota Semarang, bahkan untuk mengantisipasi terjadinya penyelewengan kepolisian akan lakukan pengawasan dan pengawalan distribusi.

Terjadinya kekosongan minyak goreng beberapa waktu lalu, demikian Ahmad Luthfi, karena faktor distribusi yang belum lancar, sehingga setelah dilakukan perbaikan sistem saat ini relatif lancar dan ketersediaan minyak goreng di pasaran mencukupi. “Belum ditemukan adanya penyelewengan," imbuhnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT