27 March 2022, 20:48 WIB

Sejumlah Oknum Polisi Tahu Kerangkeng Manusia Langkat, Tapi tidak Melaporkan


Yoseph Pencawan |

DIREKTORAT Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah memeriksa sejumlah oknum polisi yang diduga terlibat tindak kekerasan di kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangingangin.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan pemeriksaan terhadap oknum-oknum polisi yang sebelumnya diduga terlibat tindak kekerasan di dalam kerangkeng manusia di Kabupaten Langkat.

"Kami sudah memeriksa lima anggota kami yang diduga ikut terlibat dengan kerangkeng," ujarnya, Minggu (27/3).

Mereka yang diperiksa terdiri dari empat bintara dan satu perwira menengah. Tatan mengatakan, pihaknya sudah memeriksa mereka sebanyak tiga kali.

Sebelumnya, Komnas HAM dan LPSK menyebutkan adanya dugaan keterlibatan oknum anggota polisi dan TNI dalam tindak kekerasan di kerangkeng manusia yang berada di rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin (TRP).

Polda Sumut kemudian menyatakan tindak kekerasan di kerangkeng setidaknya telah merenggut tiga nyawa penghuninya. Namun Tatan memastikan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan keterlibatan oknum polisi dalam tindak kekerasan di kerangkeng. "Secara aktif tidak ada," ujarnya.

Hanya saja kelimanya sudah sejak lama mengetahui pengoperasian kerangkeng manusia yang berada di Desa Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala. Seorang perwira menengah yang diperiksa mengaku tidak pernah masuk, menghampiri atau mengunjungi kerangkeng.

Sedangkan tiga anggota polisi lain mengaku hanya pernah menjadi Liaison Officer (LO) dari TRP saat menjadi kontestan Pilkada Langkat. Dua orang di antaranya mengaku tidak pernah mendatangi kerangkeng.

Sedangkan satu orang lagi mengaku pernah ke kerangkeng, tetapi hanya untuk mencuci kendaraan. Kendaraan dicuci di kolam air dan sungai yang berada di belakang kerangkeng.

Satu polisi lagi yang merupakan kerabat TRP mengaku pernah mendatangi kerangkeng beberapa kali. Dia merupakan warga setempat yang sudah mendatangi kerangkeng bahkan sebelum menjadi polisi.

Namun, kata Tatan, dari pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan kepada para polisi tersebut, disimpulkan bahwa kelimanya tidak terlibat dalam tindak kekerasan yang terjadi di kerangkeng. Kelimanya mengetahui keberadaan dan pengoperasian kerangkeng tetapi tidak melaporkan.

Tatan mengatakan dirinya akan menyerahkan hasil pemeriksaan tersebut ke pihak Propam untuk proses selanjutnya. "Kami akan bersurat ke Propam. Krimum akan bekerja sama dengan Propam terkait dengan mengetahui namun tidak melaporkan," pungkasnya. (YP/OL-10)

BERITA TERKAIT