23 March 2022, 19:08 WIB

Warga Duga Melambungnya Harga Minyak Goreng Dipicu Penimbun


M Yakub |

KONSUMEN di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menduga kelangkaan minyak goreng (migor) dipicu ulah sekelompok pihak yang sengaja menimbun migor. Ini karena saat subsidi dicabut migor stok banyak dan didapatkan di pasaran. Namun, harganya kemudian melambung dua kali lipat dibanding saat harga normal.

"Kelihatan sekali minyak dibuat permainan di pasaran. Pasti banyak yang menimbun," kata Safitri, ibu rumah tangga, di Kecamatan Dukun, Gresik, Rabu (23/3) sore.

Ia mencontohkan, pada saat harga disubsidi migor sangat langka dan pembeliannya sangat sulit. Konsumen diharuskan mengantre di toko tertentu dengan menyertakan beberapa syarat.

"Begitu subsidi dicabut, banyak toko dan supermarket menjual dengan bebas tetapi harganya naik 100%. Meski kami orang kecil tapi, kami tahu migor dipermainkan orang berduit," jelasnya.

Senada disampaikan Kusniati, warga di Kecamatan Panceng. Menurut dia, harga migor tidak pasti dalam beberapa pekan jelang Ramadan. "Harga migor kemasan naik hampir 100% dari semula Rp17 ribu per liter," keluhnya.

Saat ini, harga migor kemasan dua liter bervariasi antara Rp50 ribu-54 ribu. Dengan harga kisaran tersebut migor mudah didapatkan. "Tapi saat harga disubsidi malah barang hilang dari pasaran. Ini kan enggak bener Mas. Pasti ada yang menimbun," ungkapnya.

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Kota Kupang Naik Lagi

Warga berharap agar semua kebutuhan bisa segera distabilkan pemerintah supaya terjangkau dengan daya beli masyarakat, terlebih menjelang Ramadan. Pemerintah juga diminta agar menangkap dan menghukum dengan berat penimbun bahan pangan. Hal ini juga agar kasus serupa tidak terulang kembali. (OL-14)

BERITA TERKAIT