18 March 2022, 15:55 WIB

The Great Asia Afrika Lembang Berbenah Sambut Wisatawan


Naviandri | Nusantara

SETELAH serangan pandemi covid-19 melandai, sejumlah objek wisata dibenahi dan wahana baru dibangun guna menarik minat wisatawan.

Hal yang sama juga dilakukan The Great Asia Afrika (TGAA) yang berlokasi di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Selama ini, tempat wisata itu digemari wisatawan karena memiliki banyak spot cantik yang instagramable.

Di sini pengunjung bisa melihat dan menikmati budaya dari tujuh negara
sekaligus hanya dalam waktu satu hari. TGAA mengajak pengunjungi menikmati sensasi berkeliling ke tujuh negara. Di lokasi itu terdapat miniatur negara Indonesia, Korea Selatan, Thailand, India, Timur Tengah, Jepang hingga Afrika.

"Bandung terkenal sebagai kota penyelenggara Konferensi Asia
Afrika (KAA).  dan itulah yang menginspirasi dibuatnya TGAA dengan
menampilkan bangunan dan budaya dari sebagian negara Asia Afrika
tersebut, mulai dari kostum khas, makanan, minuman hingga tradisi yang
biasa digelar di negara-negara Asia Afrika tersebut," kata Manager TGAA, Noviana Firdiyanti, Jumat (18/3).

Novi, akrab dia dipanggil, menggambarkan di miniatur Negara Korea, pengunjung bisa menikmati makanan khas Korea yaitu jenis asinan sayur dari fermentasi yang diberi bumbu pedas. Pengunjung  juga bisa menyewa pakaian tradisional Korea yang disebut hanbok. Pakaian ini dipakai oleh semua orang Korea mulai dari petani hingga bangsawan.

Sementara di miniatur Negara India, bisa ditemukan Kota Jaipur atau
lebih dikenal dengan nama Pink City. Lalu ada patung gajah yang
merupakan salah satu hewan yang dihargai dan dihormati di India. Aada
juga patung tangan yang menjadi simbol orang India senang dengan tarian
dan hena. Di lokasi ini pengunung juga bisa menikmati makanan khas India, seperti biryani, ayam katsu, dan chappati, yang terkenal dengan rempah-rempah yang melimpah.

"Di miniatur negara di timur tengah seperti Turki dan Kazakstan, bisa
dilihat bangunan yang memiliki ciri khas kubah-kubah yang tinggi, kubah
melambnagkan kebesaran, kekuasaaan, keindahan dan kekuatan. Pengunjung bisa berfoto dengan patung onta yang berlatar belakang gurun pasir," jelas Novi.

Untuk di miniatur Negara Afrika, Mesir dan Maroko, lanjut Novi, bisa
ditemui gurun pasi. Pengunjung bisa berfoto dengan patung onta
dan bisa melihat hasil kerajinan. Tidak ketinggalan, pengunjung
bisa menikmati sate domba Afrika, yang berbeda dengan sate pada umumnya. Sate Afrika tidak memakai tusuk dan hanya daging hanya dipotong-potong lalu dimaksukan ke tungku.

Di miniatur Jepang, pengnjung bisa melihat tradisi minum teh (Chanoyo)
yang dianggap sakral, lalu bisa melihat pohon khas Jepang maple atau
dalam bahasa Jepang disebut Pohon Momiji yang sengaja didatangkan dari
Jepang. Keistimewaan pohon ini bisa berubah warna, seperti merah, kuning, hijau atau menyesuaikan dengan kondisi. Lalu Bendera Ikan (koinobori) yaitu perayaan khusus untuk anak laki-laki yang dilambangkan dengan ikan koi.

Novi mengungkapkan TGAA sempat tutup di awal pandemi covid-19. Namun
seiring melandainya kasus, TGAA sudah buka kembali. "Tentunya dengan
menerapkan protokol kesehatan  (prokes) sesuai dengan PPKM. Kami pastikan semua pegawai telah mendapat vaksin booster."

Ia memastikan TGAA aman. "Kami berada di luar ruangan, dengan area yang luas. Lebih segar. Prokes kita berlakukan ketat, pembatasan pengunjung, harus pakai masker, dan cek suhu tubuh. Kita juga punya CHSE dan semua karyawan sudah divaksin."

TGAA buka mulai pukul 09.00-18.00 WIB. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp65.000, wisatawan dapat mengunjungi semua wahana serta mendapat voucher yang bisa ditukar dengan minuman panas maupun dingin. (N-2)

BERITA TERKAIT