17 March 2022, 21:32 WIB

Kementan - DPR Sinergi Tingkatkan Kapasitas SDM Pertanian Ogan Ilir


Dwi Apriani |

HARAPAN kesejahteraan petani meningkat seiring pertumbuhan sektor pertanian yang dapat dilihat dari nilai tukar petani meski ditengah pandemi Covid-19. Petani dan penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam pembangunan pertanian, harus memiliki kemampuan pengetahuan serta  keterampilan yang baik.

Untuk  meningkatkan bobot pertumbuhan ekonomi dan meminimalkan persentase kemiskinan melalui peningkatan kemampuan petani dan penyuluh pertanian di era pandemi, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui SMK PP Negeri Sembawa kembali menggelar  Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diikuti 50 orang petani dan penyuluh pertanian Kabupaten Ogan Ilir. Bertajuk 'Peningkatan IP Padi di Lahan Rawa Lebak' yang digelar di Hotel Aston Palembang, kemarin.

Kegiatan Bimtek tersebut sejalan dengan seruan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo penyuluh andal akan meningkatkan produktivitas pertanian, lantaran peran pentingnya mendampingi dan mengawal petani.

"Masyarakat harus bersyukur karena Indonesia tetap mampu menjaga ketahanan pangan dalam negeri di saat banyak negara menguras devisa demi mengimpor bahan pangan selama pandemi," katanya.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan kunci sukses pembangunan pertanian adalah peningkatan produktivitas, yang berada di tangan petani dan penyuluh.

Menurutnya, BPPSDMP Kementan terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas SDM melalui melalui peningkatan kompetensi teknis, manajerial dan sosiokultural.

"Siapa SDM pertanian itu? Ya petani, penyuluh, petani milenial, Poktan, juga Gapoktan. Kami siap untuk genjot produktivitas dengan, mensupport program-program pertanian," kata Dedi Nursyamsi.

Anggota Komisi IV DPR RI, Sri Kustina mengatakan bahwa pertanian berperan penting sebagai penyedia pangan, pakan ternak dan bioenergi. Pertanian juga vital mendukung perekonomian dan stabilitas nasional.

"Pertanian berperan pula mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan daya saing, penyerapan tenaga kerja, penanggulangan kemiskinan dan pertumbuhan agro-industri di hilir dan ekspor," kata Sri Kustina.

Sri Kustina menambahkan pada Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR, Kementan menargetkan produksi padi sebagai salah satu komoditi utama 2022 mencapai 55,20 juta ton. "Saya meminta kepada kita semua, yang hadir hari ini, agar dapat mendukung pemerintah mencapai target produksi padi tersebut."

Menurutnya, pengelolaan lahan rawa yang baik harus sesuai karakteristik lahan rawa. pengelolaan air yang tepat menjadi salah satu kunci keberhasilan sehingga  dapat mendukung peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman di masa depan.

"Saat ini pemerintah terus berupaya mengamankan stok beras nasional. salah satunya dengan optimalisasi lahan yang tidak produktif, seperti lahan rawa," tegasnya.

Momon Sidik Imanudin, Praktisi dari Universitas Sriwijaya (UNSRI) menyampaikan kunci keberhasilan Budidaya Padi di Lahan Rawa Lebak antara lain penataan lahan meliputi pembuatan petakan dan tata air mikro, mikro kanalisasi untuk percepatan pencucian lahan dan distribusi air, pintu air dan sumur bor di beberapa area, tanggul, mini folder dan pompanisasi.

Praktisi lain, Ahyaudin bersama fasilitator BPTP Sumsel, Budi Raharjo, yang telah menerapkan Teknologi Budidaya Padi Raisa Mendukung Peningkatan Indeks Pertanaman di Lahan Rawa sehingga produktivitas meningkat.

Konsep Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi di Lahan Rawa (pasang surut dan lebak) dengan partisipatif yakni adanya peran dan kontribusi petani menetapkan pilihan teknologi. Spesifik Lokasi, sesuai tipologi dan tipe luapan lahan rawa serta keterpaduan antara komponen teknologi yang diterapkan. (OL-13)

Baca Juga: DIY Kehilangan Potensi PAD Ratusan Miliar Rupiah Dari Pemanfaatan Badan Jalan

BERITA TERKAIT