16 March 2022, 17:44 WIB

Harga Cabai Rawit di Palu Rp80 Ribu per Kg


M Taufan SP Bustan |

HARGA cabai rawit di pasaran Palu, Sulawesi Tengah, semakin mahal. Stok yang kurang masih menjadi penyebab.

Saat ini, harga salah satu bumbu wajib dapur rumah tangga itu bertahan di angka Rp80 ribu per kilogram (kg). Padahal sebelumnya hanya Rp40 ribu per kg.

"Bulan ini sudah ada kenaikan sampai dua kali. Pertama dari harga Rp40 ribu naik ke Rp65 ribu. Terus sudah tiga hari ini naik lagi menjadi Rp80 ribu," terang salah satu pedagang cabai rawit Hasanuddin Burhan saat ditemui Media Indonesia di Pasar Tradisional Inpres Manonda (PTIM), Palu, Rabu (16/3).

Menurutnya, kenaikan harga terjadi karena pedagang sulit mendapatkan stok cabai dari pengepul atau petani. Kalau pun ada, harga belinya mahal.

"Langka juga tidak ya cuma memang stok yang masuk ke pasar itu sedikit, terus harga modalnya sudah mahal juga. Sekarang itu modal Rp75 ribu per kg. Kalau dihitung dengan ongkos buru yang keluar per kg kami hanya untung Rp2.000," imbuh Hasanuddin.

Pedagang lain, Ulfa, menambahkan, stok yang menipis masuk ke pasar karena banyak petani cabai rawit di Sigi dan Poso belum memasuki masa panen raya. "Kalau pun ada masuk stok itu cuma panen antara saja. Sedangkan stok lain yang masuk suplai dari Sulawesi Selatan dan Gorontalo harganya sudah mahal juga," ujarnya.

Ulfa tidak bisa memprediksi harga cabai di pasaran akan kembali normal. Terlebih sebentar lagi masyarakat muslim menyambut bulan suci Ramadan.

Baca juga: Hujan Deras Masih Berpeluang Terjadi Di Jateng Selatan

"Harapan kami stok banyak masuk biar harga normal. Ya, semoga saja supaya warga juga tidak berat membeli cabai yang mahal," tandasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT